Pagar JIS Roboh saat Peresmian, Begini Tanggapan Anies Baswedan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Saat peresmian Jakarta International Stadium (JIS), salah satu pagar pembatas roboh. Gubernur DKI, Anies Baswedan menyebut, insiden itu terjadi karena semangat penonton yang luar biasa.

Peresmian JIS digelar pada Minggu 24 Juli 2022. Acara itu dimeriahkan dengan penampilan band-band papan atas tanah air dan juga pertandingan persahabatan antara Persija Jakarta melawan klub Thailand, Chonburi.

Saat Dewa 19 tampil, tampak pagar pembatas tribune roboh. Anies menyebut, insiden itu karena semangat luar biasa dari penonton, tapi tetap akan melakukan evaluasi.

“Soal pagar, saya rasa tadi karena semangat yang luar biasa tinggi dan ini adalah kali pertama semua digunakan,” ujarnya.

“Jadi ini semua bagian dari proses belajar. Nah proses belajar itu akan bertemu dengan segala macam tantangan. Ini adalah bagian alami kita tumbuh bersama,” katanya.

Anies mengatakan, insiden tersebut bisa menjadi masukan dan nantinya akan diperbaiki agar tak terjadi lagi di masa mendatang.

“Setelah digunakan nanti akan ada feedback dan perbaikan. Insya Allah nanti akan terpenuhi semua kebutuhannya. Kita berharap malam ini benar-benar jadi babak baru bagi semuanya,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Membuka Ruang Aspirasi, Mahasiswa Papua Harus Utamakan Dialog dan Menjaga Persatuan

Oleh: Samuel Wenda*Papua terus bergerak menuju masa depan yang lebih baik melalui berbagai program pembangunan yang mengedepankan kesejahteraan masyarakat, pemerataan pelayanan publik, serta penghormatan terhadap keberagaman sosial dan budaya. Dalam proses tersebut, pemerintahmenunjukkan komitmen untuk membuka ruang dialog dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah. Pendekatan yang mengedepankan komunikasi, musyawarah, dan kolaborasi menjadi modal penting dalammemastikan setiap kebijakan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuatpersatuan di Tanah Papua.Penyampaian aspirasi oleh mahasiswa merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang dijamin dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Aspirasi yang disampaikan secara damai, tertib, dan bertanggung jawab menjadi masukan yang berharga bagi penyempurnaan berbagai kebijakanpembangunan. Oleh karena itu, kehadiran lembaga-lembaga negara yang bersedia menerima, mendengar, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat menunjukkan bahwa pemerintah terusmemperkuat tata kelola pemerintahan yang partisipatif dan terbuka.Komitmen tersebut tercermin dari sikap Anggota DPR Papua sekaligus tokoh intelektual, tokohadat Port Numbay, dan tokoh agama, Dr. Ir. Alberth Merauje, A.Md.Tek., S.T., M.T., IPM,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini