Jakmania Ingin JIS Jadi Kandang Persija, Ini Jawaban Anies Baswedan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pendukung Persija, Jakmania ingin Jakarta International Stadium (JIS) jadi kandang tim berjuluk Macan Kemayoran itu. Gubernur DKI Anies Baswedan meminta untuk bersabar.

JIS diresmikan pada Minggu 24 Juli 2022. Acara tersebut dimeriahkan penampilan band papan atas tanah air, seperti Dewa 19, Kotak, dan Setia Band. Selain itu, ada pertandingan persahabatan antara Persija melawan klub Thailand, Chonburi yang berakhir 3-3.

Beberapa Jakmania yang ditemui usai peresmian JIS mengatakan, mereka berharap klub kesayangannya bisa bermarkas di stadion megah tersebut.

“Maunya sih begitu, Persija kandangnya di JIS. Daripada Stadion GBK, JIS lebih keren,” ujar Andry, kepada Minews.id.

Hal senada diungkapkan Bojoy. Dia berharap Persija bisa menggunakan JIS sebagai kandang. Tapi, dia siap mendukung tim besutan Thomas Doll di mana pun kandangnya nanti.

“Setuju banget Persija main di JIS. Stadionnya bagus dan megah. Tapi, di mana pun Persija main, saya pasti selalu hadir langsung mendukung,” katanya.

Terkait hal tersebut, Anies meminta fans Persija sabar karena prosesnya sedang berjalan.

“Yang terkait dengan proses, biarkan proses ini tuntas dulu, biar tidak banyak spekulasi. Intinya adalah stadion ini dibangun untuk melunasi janji pada The Jak, alhamdulillah hari ini janji itu dilunasi,” katanya.

“Dan kemudian ini akan disiapkan untuk jadi hombasenya Persija. Tentu ada prosesnya, maka biarkan prosesnya ini berjalan sampai selesai, nanti kemudian kita lihat,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Membuka Ruang Aspirasi, Mahasiswa Papua Harus Utamakan Dialog dan Menjaga Persatuan

Oleh: Samuel Wenda*Papua terus bergerak menuju masa depan yang lebih baik melalui berbagai program pembangunan yang mengedepankan kesejahteraan masyarakat, pemerataan pelayanan publik, serta penghormatan terhadap keberagaman sosial dan budaya. Dalam proses tersebut, pemerintahmenunjukkan komitmen untuk membuka ruang dialog dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah. Pendekatan yang mengedepankan komunikasi, musyawarah, dan kolaborasi menjadi modal penting dalammemastikan setiap kebijakan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuatpersatuan di Tanah Papua.Penyampaian aspirasi oleh mahasiswa merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang dijamin dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Aspirasi yang disampaikan secara damai, tertib, dan bertanggung jawab menjadi masukan yang berharga bagi penyempurnaan berbagai kebijakanpembangunan. Oleh karena itu, kehadiran lembaga-lembaga negara yang bersedia menerima, mendengar, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat menunjukkan bahwa pemerintah terusmemperkuat tata kelola pemerintahan yang partisipatif dan terbuka.Komitmen tersebut tercermin dari sikap Anggota DPR Papua sekaligus tokoh intelektual, tokohadat Port Numbay, dan tokoh agama, Dr. Ir. Alberth Merauje, A.Md.Tek., S.T., M.T., IPM,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini