Siapa Sosok Chevra Yolandi, yang Kini Sah Jadi Suami Via Vallen?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sosok Chevra Yolandi tengah menjadi perhatian publik karena telah mempersunting pedangdut Via Vallen. Keduanya melangsungkan pernikahannya, pada Jumat (15/7/2022).

Sepasang kekasih itu diketahui telah menjalin hubungan asmara sejak tahun 2021 lalu. Mereka pun akhirnya memutuskan bertunangan pada 6 Mei 2022. Kisah asmara Via Vallen dan Chevra Yolandi pun diketahui berawal dari proyek musik.

Namun, banyak yang belum mengetahui siapa sebenarnya Chevra Yolandi, yang kini menjadi suami pelantun lagu ‘Sayang’ itu. Dilansir dari berbagai sumber, berikut profil Chevra Yolandi.

1. Pria Asal Bangka Belitung

Suami Via Vallen, Chevra Yolandi merupakan pria asal Bangka Belitung yang lahir pada 6 Mei 1988. Pria berpostur tubuh tinggi ini memiliki akun Instagram bernama @chevra_yo88, dirinya kerap mengunggah foto kemesraannya bersama sang kekasih.

2. Seorang Vokasil Grup Band

Chevra Yolandi dikenal sebagai seorang musisi dan vokalis di sebuah grup band bernama Papinka. Dirinya memulai karier di industri hiburan di tahun 2006 silam. Sebelum bergabung bersama Papinka, dia pernah tergabung dalam sebuah band D’ice Band dan Zodiak Band sebagai vokalis.

Papinka sendiri merupakan sebuah grup band bergenre pop melayu yang sudah memiliki beberapa single dan album, di antaranya Dimana Hatimu (2011), Masih Mencintainya (2014), dan Aku Masih Cinta (2016).

3. Satu Label Musik dengan Via Vallen

Pria 24 tahun itu diketahui tergabung dalam label musik yang sama dengan Via Vallen, yakni Ascada Musik. Kisah cinta Chevra dan Via pun berawal dari cinta lokasi, di mana mereka kerap melakukan duet lagu.

4. Duet Lagu dengan Kekasih

Hingga kini, Chevra Yolandi dan Via Vallen masih sering berkolaborasi untuk menyanyikan lagu. Terbaru, mereka merilis lagu duet di akun YouTube Via Vallen Official yang berjudul ‘Denganku Saja’ pada Mei 2022 lalu. Video klip lagu itu pun dijadikan sebagai pengingat momen lamaran mereka berdua.

Reporter: Dhea Salsabila

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini