Catat! Film ‘Dune: Part Two’ akan Rilis pada 17 November 2023

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Film bertabur bintang ‘Dune’ akhirnya sudah menentukan jadwal penayangan perdana untuk sekuelnya. Sekuel ini dijadwalkan akan tayang di bioskop pada 17 November 2023.

Melansir dari Just Jared, Warner Bros telah mengumumkan penundaan perilisan sekuel ‘Dune’. Awalnya film ini dijadwalkan akan rilis pada 20 Oktober 2023, namun diubah menjadi 17 November 2023.

Sebab jadwal awalnya itu sudah dijadwalkan untuk perilisan film blockbuster lainnya, yakni ‘The Hunger Games: The Ballad of Songbirds’, ‘Trolls 3’, dan ‘Snakes’.

Timothee Chalamet, Zendaya, dan beberapa pemeran lainnya akan kembali dalam sekuel ‘Dune’. Namun beberapa di antaranya seperti, Jason Momoa, Oscar Isaac, Sharon Duncan-Brewster, dan Babs Olusanmokun tak akan berpartisipasi lagi.

Namun, akan ada empat aktor baru yang akan menggantikannya. Di antaranya adalah Florence Pugh, Austin Butler, Christopher Walken, dan Lea Seydoux.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini