5 Fakta Menarik Film Thor: Love and Thunder yang Wajib Kamu Tahu

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Film superhero Marvel Thor: Love and Thunder sebentar lagi akan tayang di bioskop Indonesia pada 6 Juli 2022. Salah satu film Marvel Cinematic Universe (MCU) kali ini akan menyajikan cerita dan aksi yang seru dan menarik. Cerita akan berputar di sekitar Valkyrie yang menemukan seseorang untuk memerintah New Asgard.

Setelah sukses dengan film bergenre horor pertamanya, Doctor Strange in the Multiverse of Madness, Marvel Cinematic Universe (MCU) kembali menghadirkan cuplikan film marvel akan datang berikutnya, yaitu.Thor: Love and Thunder.

Masih menggandeng Chris Hemsworth sebagai aktor utama dari karakter Thor, film Thor: Love and Thunder ini akan disutradarai oleh Taika Waititi, yang juga menggarap Thor: Ragnarok pada 2017 lalu.

Film ini sendiri akan menceritakan kisah Thor setelah Avengers: Endgame yang kembali melanjutkan petualangannya di luar angkasa.

Buat kamu pecinta Thor pasti akan menemukan beberapa hal yang mengejutkan nantinya. Penasaran? Yuk simak fulu 5 fakta menarik dari film ini!

  1. Thor Berenti Menjadi Super Hero

Bukannya menampilkan aksi yang heroik, sepertinya pada di film kali ini lebih menceritakan tentang kehidupan Thor yang ingin mencari kedamaian pada dirinya sendiri.

Hal ini tersampaikan dari cuplikan teaser yang menampilkan pasang surut kehidupan seorang Thor. Ia terlihat memutuskan ingin berhenti menjadi seorang superhero dan menjalani kehidupan yang biasa.

  1. Banyak Solo Super Hero

Fakta menarik berikutnya adalah film Thor: Love and Thunder akan menjadi film keempat dari karakter Thor, lho. Bahkan, menjadi film solo terbanyak pertama dari para karakter superhero Marvel lainnya.

  1. Kembalinya Natalie Portman

Siapa yang tidak sabar dengan kembali hadirnya sosok wanita cantik kelahiran 1981, yakni Natalie Portman? Sebelumnya, Natalie sudah pernah terlibat dalam film Thor sebelumnya, yaitu Thor (2011) dan Thor: The Dark World (2014).

Kabarnya, Natalie akan kembali memerankan Jane Foster, yang menjadi salah satu sosok penting dalam film ini. Bahkan, Jane bakal menjadi Mighty Thor, loh.

  1. Munculnya Guardian Of Galaxy

Sebenarnya bukan hal baru jika film Thor akan menghadirkan para pemain Guardians of Galaxy. Apalagi, pada akhir kisah Avengers: Endgame menampilkan sosok dewa petir yang ingin ikut berpetualang dengan para penjaga galaxy.

  1. News Asgard

Saat Thor pergi berpetualang di luar angkasa, nampaknya Valkyrie (Tessa Thompson) akan menjadi Raja yang duduk di tahta untuk memimpin pemerintahan baru dari New Asgard. Kabarnya, New Asgard akan menjadi salah satu destinasi wisata baru.

Reporter : Adinda Catelina Fadjrin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini