Koepan Expo Resmi Dibuka

Baca Juga

MATA INDONESIA, KUPANG – Gelaran Koepan Expo dan Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Rakerkomwil) IV Asosiasi Pemerintahan Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ke-17 tahun 2022 resmi dibuka untuk beberapa hari ke depan. Kegiatan ini dilaksanakan di Pantai Kelapa Lima, Kota Kupang, NTT pada Selasa 21 Juni 2022.

Walikota Kupang Jefri Riwu Kore dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat keharmonisan antar Walikota di seluruh Indonesia dan juga untuk memperkenalkan kekhasan NTT.

Sosok yang karib disapa Jeriko ini juga menyampaikan harapannya agar Koepan Expo dan RAKERKOMWIL IV APEKSI dapat bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat di NTT, terkhususnya wilayah Kota Kupang.

“Semoga Koepan Expo ini bermanfaat bagi saudara-saudara kita”, katanya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, M.M. Ia hadir untuk membuka kegiatan dan menyampaikan ucapan selamat datang kepada setiap peserta dalam kegiatan RAKERKOMWIL IV APEKSI Ke-17 tahun 2022 di Kota Kupang. Ia juga memperkenalkan kondisi masyarakat NTT yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi.

” Sangat diharapkan dengan adanya kegiatan tersebut dapat memperkenalkan produk lokal dan budaya dari provinsi NTT ke daerah luar,” ujarnya.

Turut meramaikan Koepan Expo dan kegiatan APEKSI, terlihat sejumlah stan yang menawarkan produk lokal dan tenun khas dari setiap daerah di provinsi Nusa Tenggara Timur.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini