Analisa NATO Perang Rusia-Ukraina akan Berlangsung Bertahun-tahun

Baca Juga

MATA INDONESIA, BERLIN – Pakta Aliansi Negara Atlantik Utara (NATO) memprediksi perang Rusia dan Ukraina akan berlangsung bertahun-tahun. Analisa ini disampaikan Sekjen NATO Jens Stoltenberg.

Ia memperingatkan ongkos perang akan sangat mahal. Namun jika negara-negara Barat membiarkan Rusia mencapai tujuan militer mereka, maka ongkos yang harus dibayar Barat akan jauh lebih mahal.

Pernyataan sekjen NATO ini sesuai dengan komentar Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson. Berdasarkan kajian intelijen Inggris, negara-negara Eropa harus bersiap menghadapi konflik jangka panjang.

Baik Stoltenberg maupun Johnson berpandangan, mengirim lebih banyak persenjataan ke Ukraina akan membuat kans meraih kemenangan menjadi lebih besar. ”Kita harus bersiap menghadapi kenyataan bahwa perang ini bisa berlangsung selama bertahun-tahun. Kita tak boleh surut mendukung Ukraina,” kata Stoltenberg dalam wawancara dengan surat kabar Jerman, Bild.

Jens Stoltenberg mengatakan negara-negara Eropa akan membayar ongkos yang sangat mahal jika membiarkan Rusia mencapai tujuan militer di Ukraina. Stoltenberg menegaskan dukungan harus terus diberikan. Meski ongkosnya mahal, baik dari aspek militer, maupun dari aspek-aspek lain, seperti tingginya harga energi dan pangan.

Panglima aliansi pertahanan Barat ini mengatakan mengirim persenjataan modern ke Ukraina akan meningkatkan kans negara tersebut membebaskan kawasan di timur, Donbas, yang sebagian besar dikuasai militer Rusia.

Dalam beberapa bulan terakhir, pasukan Ukraina dan Rusia bertempur menguasai kawasan timur. Pergerakan militer Rusia disebut melambat dalam beberapa pekan ini.

Rusia memusatkan perhatian ke Ukraina timur, setelah upaya merebut ibu kota Kyiv gagal.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini