Hasil Survei, Pemilih Partai Nasionalis Condong ke Ganjar, Partai Islam ke Anies

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Hanya ada tiga nama yang bertahan di posisi teratas elektabilitas calon presiden 2024. Tak ada nama Puan Maharani, Erick Thohir maupun Sandiaga Uno.

Berdasarkan hasil survei Lembaga Charta Politica Indonesia, nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menempati posisi teratas. Yang menarik, para pemilih Ganjar adalah simpatisan dan pemilih partai nasionalis seperti PDIP, Nasdem, PSI hingga Perindo. Sedangkan dari pemilih Gerindra, Ganjar hanya mendapatkan dukungan sekitar 10 persen.

Untuk urutan kedua terdapat nama Prabowo Subianto. Pemilihnya, rata-rata pendukung Gerindra, Partai Golkar, Perindo dan Hanura.

Sementara peringkat ketiga Anies Baswedan mendapatkan banyak dukungan dari akar rumput partai berbasis Islam seperti PKS, PPP, PAN hingga PBB. Gubernur DKI Jakarta itu juga mendapatkan dukungan cukup besar dari akar rumput Partai Nasdem

Ganjar sebenarnya juga mendapatkan dukungan dari sejumlah pemilih partai berbasis Islam. Pendukung PKB, PPP hingga Partai Gelora yang merupakan partai baru memberikan dukungan cukup besar kepada politikus PDIP tersebut. Meski masih kalah dari calon lainnya seperti Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Khofifah Indar Parawansa:

Berikut persentase pendukung partai nasionalis terhadap Ganjar, Anies dan Prabowo berdasarkan hasil survei Charta Politika:

1. PDIP – 68,5 persen Ganjar; 4,5 persen Anies; 9,7 persen Prabowo

2. Golkar – 24,4 persen Prabowo; 20 persen Ganjar; 18,5 persen Anies

3. Gerindra – 72,9 persen Prabowo; 13,9 persen Anies, 2,4 persen Ganjar

4. Nasdem – 31,7 persen Ganjar; 31,7 persen Anies; 9,5 persen Prabowo

5. Demokrat – 25,6 persen Anies; 16,3 persen Ganjar; 14 persen Prabowo

6. PSI – 71,4 persen Ganjar, 14,3 persen Prabowo; 0 persen Anies

7. Hanura – 40 persen Ganjar; 40 persen Prabowo; 20 persen Anies

8. PKPI – 100 persen Ganjar

Berikut persentase dukungan akar rumput partai Islam terhadap Ganjar, Anies dan Prabowo berdasarkan hasil survei Charta Politika:

1. PKS – 63,1 persen Anies; 25 persen Prabowo; 2,4 persen Ganjar

2. PKB – 20,2 persen Anies; 20,2 persen Ganjar; 16,2 persen Prabowo

3. PPP – 40,6 persen Anies; 31,3 persen Ganjar; 21,9 persen Prabowo

4. PAN – 33,3 persen Anies; 29,2 persen Ganjar; 16,7 persen Prabowo

5. PBB – 100 persen Anies

6. Gelora – 66,7 persen Prabowo; 33,3 persen Ganjar; 0 persen Anies

7. Ummat – 100 persen Ridwan Kamil

Selain ketiga tokoh tersebut, terdapat setidaknya 7 nama tokoh lainnya yang masuk dalam survei Charta Politika. Mereka diantaranya adalah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Airlangga Hartarto, Erick Thohir, Khofifah Indar Parawansa, Puan Maharani, Ridwan Kamil dan Sandiaga Uno.

AHY mendapatkan dukungan paling besar diantara pemilih Partai Demokrat, mencapai 30,2 persen, sementara Khofifah meraih suara terbesar dari pemilih PKB, mencapai 21,2 persen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

APBN di Tengah Badai Global: Stabilitas yang Terjaga

Oleh : Lisa RamadhaniDi tengah ketidakpastian global yang ditandai oleh gejolak geopolitik, fluktuasi harga energi, serta perlambatan ekonomi di sejumlah negara maju, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia justru menunjukkan daya tahannya sebagai instrumen utama stabilisasiekonomi. Ketangguhan ini bukanlah hasil dari kebijakan jangka pendek, melainkan buah darikonsistensi pengelolaan fiskal yang disiplin dan reformasi struktural yang telah dijalankan dalambeberapa tahun terakhir. Dalam situasi global yang penuh tekanan, APBN hadir sebagai jangkaryang menjaga kepercayaan pasar sekaligus memastikan roda perekonomian nasional tetapbergerak.Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kondisi APBN berada dalam posisi yang sehat dan kredibel. Pernyataan tersebut mencerminkankeyakinan bahwa fundamental fiskal Indonesia tidak lagi dipandang rentan oleh pelaku pasarglobal. Bahkan, kepercayaan dari investor dan lembaga internasional menunjukkan bahwaIndonesia telah berhasil membangun reputasi sebagai negara dengan pengelolaan anggaran yang prudent. Kredibilitas ini menjadi modal penting dalam menghadapi tekanan eksternal, karenastabilitas fiskal akan menentukan ruang gerak kebijakan pemerintah dalam merespons dinamikaglobal.Salah satu indikator penting dari kekuatan APBN adalah pengelolaan kas negara yang optimal. Pemerintah menerapkan strategi manajemen kas yang proaktif, termasuk penempatan dana dalam sistem perbankan guna menjaga likuiditas dan mendorong aktivitas ekonomi. Kebijakanini menunjukkan bahwa APBN tidak hanya berfungsi sebagai alat distribusi anggaran, tetapi jugasebagai instrumen yang mampu menggerakkan sektor keuangan dan mendukung pertumbuhanekonomi secara langsung. Dengan likuiditas yang terjaga, dunia usaha memiliki ruang yang lebihluas untuk berkembang, sementara stabilitas sistem keuangan tetap terpelihara.Di sisi lain, reformasi struktural terus menjadi fokus utama pemerintah. Perbaikan sistemperpajakan dan kepabeanan, serta peningkatan efisiensi belanja negara, merupakan langkahstrategis untuk memperkuat fondasi fiskal. Kebijakan subsidi juga diarahkan lebih tepat sasaran, sehingga memberikan perlindungan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan tanpamembebani anggaran secara berlebihan. Pendekatan ini mencerminkan transformasi paradigmadalam pengelolaan APBN, dari sekadar instrumen belanja menjadi alat yang lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan.Ketahanan APBN juga tidak terlepas dari kuatnya permintaan domestik yang menjadi tulangpunggung perekonomian nasional. Dengan kontribusi sekitar 90 persen terhadap produkdomestik bruto, konsumsi dalam negeri memberikan bantalan yang kokoh di tengah melemahnyapermintaan global. Pemerintah menyadari pentingnya menjaga daya beli masyarakat melaluiberbagai program perlindungan sosial dan stimulus ekonomi. Dalam konteks ini, APBN berperansebagai penyeimbang yang memastikan pertumbuhan tetap inklusif dan tidak meninggalkankelompok rentan.Pandangan serupa disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian AirlanggaHartarto yang menilai bahwa ekonomi Indonesia masih dipandang kuat oleh dunia internasional. Pengakuan dari lembaga seperti IMF dan Asian Development Bank memperkuat posisiIndonesia sebagai salah satu titik terang di kawasan Asia. Proyeksi pertumbuhan ekonomi yang tetap berada di kisaran positif menunjukkan bahwa fondasi ekonomi nasional cukup kokoh untukmenghadapi tekanan global. Selain itu, stabilitas pasar keuangan yang tercermin dari status Indonesia di indeks global juga menjadi bukti bahwa kepercayaan terhadap ekonomi nasionaltetap terjaga.Faktor lain yang memperkuat ketahanan ekonomi adalah struktur energi Indonesia yang relatifmandiri. Ketergantungan yang rendah terhadap jalur energi global yang rentan gejolakmemberikan keuntungan strategis dalam menghadapi krisis energi dunia. Hal ini menunjukkanbahwa kebijakan diversifikasi energi yang telah dilakukan sebelumnya memberikan dampaknyata terhadap resiliensi ekonomi nasional. Dengan demikian, APBN tidak hanya didukung olehkebijakan fiskal yang kuat, tetapi juga oleh fondasi ekonomi yang semakin solid.Ke depan, pemerintah terus mendorong akselerasi program prioritas seperti hilirisasi industri, penguatan ketahanan pangan, pengembangan ekonomi digital, serta peningkatan peran sektorkeuangan dalam mendukung UMKM....
- Advertisement -

Baca berita yang ini