Siap-Siap, Serial ‘Percy Jackson and the Olympians’ Udah Mulai Syuting Nih, Gaes!

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Disney+ telah resmi mengumumkan akan membuat versi serial untuk novel ‘Percy Jackson and the Olympians’. Kabarnya, pihak produksi sudah mulai syuting.

Melansir dari Collider, sebuah postingan baru dari penulisnya, Rick Riordan, mengungkapkan lokasi syuting untuk seri tersebut. Ia menuliskan keterangan fotonya dengan, ‘Permisi, adakah yang duduk di sini?’.

Postingan itu ia bagikan melalui akun Instagram pribadinya. Unggahannya diposting pada 2 Juni 2022 waktu setempat.

Serial baru ini akan menargetkan penonton segala umur, terutama remaja dan orang dewasa muda. Pemeran utamanya akan diperankan oleh Walker Sobell yang berusia 13 tahun.

Diketahui, Walker baru debut sebagai aktor melalui film Netflix ‘The Adam Project’ bersama Ryan Reynolds. Rick pun mengakui bahwa Walker cocok untuk memerankan Percy Jackson dengan perpaduan sempurna antara komedi, lucu, pemberontak, dan kepahlawanan.

Musim pertama ini akan mengambil kisah yang terinspirasi dari buku ‘The Lightning Thief’. Total episodenya akan hanya memiliki delapan episode.

Namun sampai saat ini jadwal penayangan perdananya masih dirahasiakan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Danantara, PSEL, dan Masa Depan Pengelolaan Sampah Indonesia

*) Oleh: Citra Ningrum OktaviaPemerintah tengah menghadapi salah satu tantangan paling mendesak dalampembangunan nasional, yakni darurat sampah perkotaan yang selama bertahun-tahun berjalan tanpa penyelesaian menyeluruh. Timbunan sampah yang terusmeningkat tidak lagi sekadar persoalan kebersihan lingkungan, melainkan telahmenjadi ancaman serius bagi kesehatan publik, kualitas ekosistem, hingga ketahananenergi nasional. Di tengah situasi tersebut, langkah pemerintah menggandengDanantara Indonesia untuk mempercepat pembangunan fasilitas PengolahanSampah menjadi Energi Listrik (PSEL) merupakan keputusan strategis yang menunjukkan keberanian negara keluar dari pola lama pengelolaan sampah yang stagnan. Penandatanganan nota kesepahaman pembangunan PSEL di enam lokasibersama 13 pemerintah daerah menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak lagi bekerjadengan pendekatan parsial, tetapi mulai membangun sistem pengelolaan sampahyang terintegrasi dan berorientasi jangka panjang.Lebih jauh, penerbitan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentangpercepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrikmemperlihatkan adanya keseriusan politik pemerintah dalam membenahi tata kelolasampah nasional. Menko Pangan, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa regulasitersebut telah mendorong langkah konkret pemerintah pusat dan daerah untukbergerak lebih cepat dalam pembangunan PSEL. Target pembangunan sedikitnya 25 lokasi PSEL dalam dua hingga tiga tahun ke depan bukan hanya ambisi administratif, melainkan kebutuhan nyata untuk mengatasi kedaruratan sampah di puluhankabupaten dan kota. Selama ini, banyak proyek pengolahan sampah tersendat akibatbirokrasi panjang, lemahnya koordinasi antarlembaga, dan ketidakjelasan pembagiankewenangan. Karena itu, penyederhanaan prosedur serta pembagian peran yang jelas antara pemerintah, Danantara, dan pihak-pihak terkait menjadi fondasi pentingagar proyek strategis ini tidak kembali terjebak pada pola lamban yang merugikanmasyarakat.Selain itu, keterlibatan Danantara Indonesia memberi dimensi baru dalampembiayaan dan tata kelola proyek infrastruktur lingkungan di Indonesia. Selama ini, pengelolaan sampah kerap dipandang sebagai sektor yang minim nilai ekonomisehingga tidak menarik bagi investor besar. Padahal, di berbagai negara maju, pengolahan sampah telah berkembang menjadi industri energi hijau yang bernilaitinggi dan berkelanjutan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini