Usai 7 Hari Pencarian Eril, Atalia Praratya: Mamah Lepaskan Kamu

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pencarian Emmiril Khan Mumtadz atau Eril yang merupakan anak sulung Ridwan Kamil yang hilang terseret arus di Sungai Aare, Swiss tidak juga membuahkan hasil.

Sudah masuk hari ketujuh pencarian, Ridwan Kamil beserta istrinya Atalia Praratya memutuskan untuk kembali ke Indonesia.

Melalui unggahan di laman media sosial Instagramnya Atalia Praratya menuliskan pesan perpisahan yang mengharukan untuk Eril.

“Ril, mamah pulang dulu ke Indonesia, ya. Mamah titipkan kamu dalam penjagaan dan perlindungan terbaik dari pemilikmu yang sebenarnya, Allah swt, dimana pun kamu berada,” tulisnya.

Istri Ridwan Kamil tersebut juga menuliskan harapannya agar Eril senantiasa dalam keadaan baik-baik saja tanpa kekurangan hal satupun.

Lebih lanjut, Ia juga menuliskan keikhlasannya untuk melepas anak sulungnya, Eril.

“Insya Allah kamu tidak akan kedinginan, kelaparan atau kekurangan apapun. Bahkan kamu akan mendapatkan limpahan kasih sayang, karunia dan kebahagiaan yang tak pernah putus,” ujarnya.

”Disini, di sungai Aare yang luar biasa indah dan cantik ini, mamah lepaskan kamu, untuk kita bertemu lagi cepat atau lambat,” lanjutnya.

Unggahan perpisahan tersebut lantas mengundang banyak komentar dari berbagai kalangan yang berisikan dukungan serta doa untuk Eril, serta keluarga Ridwan Kamil.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by atalia praratya (@ataliapr)

“Ya Allah Kuatkan , tabahkan teteh sekeluarga… Aamiiin ya Rabb,” tulis Zaskia Adya Mecca.

“Doa yang tak putus untuk teh @ataliapr dan kang @ridwankamil sekeluarga. Insya Allah selalu diberi kekuatan dan ketegaran,” tulis Najwa Shihab.

“Semoga Allah berikan ketabahan dan kekuatan utk ibu dan keluarga dalam menghadapi ujian ini..? Semoga Eril terus berada dalam penjagaan-Nya,” tulis Oki Setiana Dewi.

“Semoga Allah berikan kesabaran dan ketabahan kepada Teteh sekeluarga…doa kami mengiringi ananda Eril,” tulis Annisa Yudhoyono.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mengawal Reformasi dengan Solusi Lebih Penting daripada Narasi Krisis

Oleh: Rian Suryono )*Wacana Reformasi Jilid II yang disampaikan oleh aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Jawa Tengah kembali memunculkan perdebatan mengenai kondisi bangsa saat ini. Aspirasi yang disampaikan mahasiswa merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati. Namun, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia, mengedepankan solusi konkret jauh lebih penting dibanding membangunnarasi krisis yang berpotensi memperlemah optimisme publik.Tantangan ekonomi nasional memang menjadi perhatian banyak pihak. Perlambatan ekonomi global, ketidakpastian pasar internasional, dan perubahan dinamika geopolitik dunia memberikan tekanan terhadapberbagai negara, termasuk Indonesia. Kondisi tersebut menuntutpemerintah untuk bekerja lebih keras sekaligus lebih cermat dalammenyusun kebijakan.Pemerintah melalui Istana Kepresidenan menunjukkan sikap terbukaterhadap aspirasi yang berkembang di masyarakat. Respons yang diberikan menunjukkan bahwa pemerintah tidak menutup ruang dialog dan tetap menghargai masukan dari berbagai kelompok, termasukmahasiswa.Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa tuntutanyang disampaikan mahasiswa diterima sebagai masukan yang berhargabagi pemerintah. Namun, ia menjelaskan bahwa persoalan ekonomimemiliki tingkat kompleksitas yang tinggi sehingga tidak dapatdiselesaikan secara instan dalam tenggat waktu tertentu.Penjelasan Prasetyo menunjukkan bahwa pengelolaan ekonomi nasionalmemerlukan proses...
- Advertisement -

Baca berita yang ini