Viral Video Pakai Ban Kapten LGBT, Darius Sinathrya Minta Maaf

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Artis Darius Sinathrya minta maaf atas kegaduhan di media sosial yang terjadi belakangan ini terkait pemakaian ban kapten LGBT (warna pelangi) saat bertanding sepak bola.

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, tampak Darius memakai ban kapten pelangi di lengannya. Artinya, suami Donna Agnesia itu mendukung kampanye LGBT.

Video itu sebenarnya sudah lama, tapi baru viral beberapa hari belakangan. Saat itu, Selebritis FC yang dikomandoi Darius bertanding melawan Banten International Stadium.

Darius akhirnya buka suara dan memberikan klarifikasi bahwa dirinya sama sekali tidak mendukung kampanye LGBT.

“Dari saya, selebritis FC dan panitia acara, tidak ada niat atau intensi mengkampanyekan apapun yang teman-teman tuduhkan,” ujarnya, dalam video yang diposting di Instagram.

“Ada puluhan panitia, perangkat pertandingan, tim lawan yang main sama kami, tidak ada satupun yang menegur atau mengingatkan untuk dilepas atau apapun,” katanya.

Darius mengaku tidak sadar memakai ban kapten pelangi yang identik dengan kampanye LGBT. Dia menyebut timnya tak membawa ban kapten dan meminjamnya ke coach Shin Tae-yong.

“Kita benar-benar nggak sadar sampai permainan berakhir. Kalian bisa cek track record kami di selebritis FC tidak ada urusan sama kampanye seperti itu,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini