APBN dan APBD Adalah Uang Rakyat, Jangan Dibelikan Barang Impor

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA APBN dan APBD adalah uang rakyat, jangan untuk membeli barang-barang impor.

Peringatan itu berasal dari Presiden Jokowi saat memberi pengarahan dan Evaluasi Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia, Selasa 24 Mei 2022.

“Salah besar kita. Sekarang ini dalam kondisi mencari income untuk negara sangat sulit, mencari devisa negara sangat sulit, tetapi uang di APBD, APBN dan BUMN, malah dibelikan barang impor,” ujar Presiden.

Presiden serta Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) akan terus mengawasi perilaku pemerintah pusat dan daerah dalam membeli barang dan jasa agar tidak melakukan impor.

Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves), Luhut Binsar Pandjaitan meminta seluruh pemerintah pusat dan daerah segera mengalokasikannya.

Setidak setiap pemerintahan membuat menandatangani komitmen pembelajaan Rp 400 triliun untuk produk dalam negeri mulai minggu depan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini