Komite Referendum Konstitusi Gelar Aksi Dukungan Jokowi 3 Periode

Baca Juga

MATA INDONESIA, KUPANG – Komite Referendum Konstitusi menggelar aksi di depan Kantor Gubernur NTT pada Jumat, 20 Mei 2022 yang dihadiri sekitar 500 orang. Aksi ini dilakukan untuk mendorong Jokowi bisa melanjutkan 3 periode kepemimpinan sebagai Presiden RI pada Pilpres 2024.

Ketua Komite Referendum Konstitusi Pius Rengka mengatakan bahwa harapan dan tuntutan rakyat agar Presiden Joko Widodo melanjutkan kepemimpinannya untuk satu periode lagi tidak mungkin diwujudnyatakan karena dibatasi oleh ketentuan konstitusi pasal 7 UUD 1945. Ketentuan perubahan ini hanya mungkin dapat diterima kalau didukung kekuatan opini rakyat yang berkedaulatan. Kedaulatan ini antara lain kedaulatan untuk menentukan masa jabatan Presiden dan mengontrol masa jabatan Presiden itu sendiri.

“Untuk menjawabi makna praktis kedaulatan rakyat itulah, maka kami menginisiasi pembentukan Komite Penyelenggara Referendum Terbatas Terhadap Konstitusi yang berfungsi membantu dan mengakomodasi opini rakyat mengenai masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo melalui mekanisme yang sah yaitu jajak pendapat atau referendum terbatas khusus mengenai pasal 7 UUD 1945,” ujarnya di depan kantor Gubernur NTT.

Aksi dukungan dari masyarakat Kota Kupang untuk mendorong Jokowi 3 Periode di halaman Kantor Gubernur NTT (dok: Minews.id)

Pius menambahkan bahwa ada dua poin penting yang diharapkan dari Komite Referendum Konstitusi yaitu pertama, rakyat NTT pendukung Jokowi meminta agar Komite Referendum Terbatas konstitusi memperjuangkan agar konstitusi diamandemen terbatas yaitu khusus pasal 7 ayat 2 UUD 45. Kedua, meminta agar Jokowi dapat memimpin Indonesia untuk periode ketiga.

Ia mengungkapkan bahwa setelah penyerahan naskah jajak pendapat tentang periodisasi jabatan Presiden RI menjadi 3 periode ke DPRD NTT dan Gubernur NTT, perwakilan kelompok ini juga akan ke Jakarta.

“Kami akan cari waktu untuk menemui perwakilan DPR maupun MPR di Senayan untuk menyampaikan aspirasi kami ini,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini