Begini Kagetnya Jokowi Waktu Disupiri Mahathir Sambil Ngebut di Jalan Raya

Baca Juga

MINEWS.ID, KUALA LUMPUR – Saat kunjungannya ke Putrajaya, Presiden Jokowi disupiri Perdana Menteri (PM) Malaysia Tun dr Mahathir Mohammad saat santap siang maupun shalat Jum’at 9 Agustus 2019. Dia kaget karena Mahathir masih bisa mengemudikan mobil ngebut di jalan raya.

Kekagetan Jokowi itu terungkap saat dia ngevlog di sebelah Tun Mahathir menumpang mobil kebanggaan Malaysia Proton Persona. Bahkan kepala pemerintahan Malaysia berusia 94 tahun itu masih sempat menanggapi Jokowi sambil mengemudikan mobil kebanggaan Malaysia, Proton Persona.

“Bapak Tun Mahathir sungguh pemimpin senior yang enerjik dan pekerja keras. Bukan hanya soal urusan negara, mobil pun beliau setir sendiri. Bisa ngebut juga,” kata Jokowi dalam vlognya tersebut yang dikutip Minggu 11 Agustus 2019.

Ternyata itu bukan pertama kali Jokowi disupiri Mahathir. Saat Presiden Jokowi berkunjung ke Malaysia 5-7 Februari 2015 adalah pengalaman pertamanya.

Bedanya, saat itu Tun Mahathir Mohamad belum menjabat perdana menteri. Persamaannya, saat itu Mahathir juga mengajak Jokowi menunggang Proton.

Saat itu Jokowi mengaku kaget karena Mahathir yang saat itu sudah 90 tahun sanggup mengendalikan mobil yang dipacunya hingga 180 kilometer per jam.

Bedanya, empat tahun lalu mereka melakukannya di test track untuk Proton, sedangkan Jum’at 9 Agustus 2019 itu mereka melakukannya di jalanan Putrajaya.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini