Film Bertabur Bintang ‘Alien’ Bakal Tayang pada Musim Panas 2022

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Film ‘Alien’ bakal segera tayang pada musim panas 2022 ini. CJ ENM baru saja merilis videom trailernya yang baru.

Melansir dari Soompi, ‘Alien’ merupakan film sci-fi dengan dua bagian yang akan datang tentang kejadian yang terjadi ketika portal waktu misterius terbuka. Portal itu menghubungkan Tao dari Dinasti Goryeo mencari pedang legendaris dengan orang-orang pada 2022.

Kisahnya mengejar seorang tahanan asing yang telah dipenjara di tubuh manusia. Film ini disutradarai oleh Choi Dong Hoon.

Ryu Jun Yeol, Kim Woo Bin, Kim Tae Ri, So Ji Sub dan lainnya bintangi film ini. Bagian satu dari ‘Alien’ itu akan tayang perdana musim panas ini.

Ryu Jun Yeol berperan sebagai Moo Reul yang merupakan seorang Taois yang plin-plan tapi memiliki tekad untuk mendapatkan pedang legendaris. Kim Tae Ri memerankan Lee Ahn yang merupakan seorang wanita yang bisa menembakkan petir.

Posternya pun dirilis bersamaan dengan video trailernya. Posternya menampilkan pesawat luar angkasa yang melakukan perjalanan antara 2022 dan Dinasti Goryeo.

Sedangkan trailernya dibuat dramatis dimulai dengan sebuah mobil jatuh dari langit pada masa Dinasti Goryeo.

Tonton trailernya di bawah ini!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Komitmen Presiden Prabowo Jaga Semangat Reformasi dan Bersihkan Birokrasi

Oleh: Maya Paramitha)*Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melanjutkan agenda reformasi secara menyeluruh, mulai dari tata kelola pemerintahan, penegakanhukum, hingga penguatan supremasi sipil dalam kehidupan bernegara. Komitmentersebut menunjukkan bahwa reformasi bukan hanya dipahami sebagai perubahanadministratif, melainkan upaya besar untuk membangun institusi negara yang profesional, bersih, dan berpihak pada kepentingan rakyat.Agenda reformasi yang diusung Presiden Prabowo juga dipandang sebagai langkahpenting untuk memastikan birokrasi negara mampu bergerak lebih adaptifmenghadapi tantangan global. Di tengah persaingan ekonomi internasional, perkembangan teknologi digital, hingga ancaman kejahatan transnasional, negara membutuhkan institusi yang kuat, responsif, dan mampu bekerja secara efektif. Karena itu, reformasi kelembagaan tidak hanya relevan bagi kebutuhan internal pemerintahan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saingnasional.Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri, Ahmad Dofiri, menyampaikan bahwavisi Presiden Prabowo tidak terbatas pada pembenahan satu institusi semata, melainkan mencakup seluruh lembaga negara agar mampu bekerja secara efektifdan selaras dengan prinsip demokrasi modern. Pendekatan yang menyeluruhtersebut dinilai penting untuk memastikan reformasi berjalan sistemik dan tidakberhenti pada perubahan parsial.Menurutnya, pembaruan kelembagaan harus diarahkan untuk memperkuat kualitaspelayanan publik sekaligus menjaga supremasi sipil sebagai fondasi utama negara demokrasi. Dalam sistem demokrasi yang sehat, setiap institusi negara dituntutbekerja secara profesional, tunduk pada hukum, serta menjunjung tinggikepentingan masyarakat di atas kepentingan kelompok tertentu. Supremasi sipilmenjadi elemen penting agar seluruh kebijakan negara tetap berjalan sesuai amanatkonstitusi dan prinsip demokrasi yang menjamin hak-hak masyarakat.Semangat reformasi juga berkaitan erat dengan upaya pemberantasan korupsi yang selama ini menjadi tantangan besar dalam tata kelola pemerintahan. PemerintahanPresiden Prabowo dipandang memiliki tekad kuat untuk memperkuat sistempengawasan, meningkatkan transparansi birokrasi, dan menutup celahpenyalahgunaan kewenangan yang dapat merugikan negara maupun masyarakat. Upaya tersebut menjadi penting karena korupsi tidak hanya berdampak pada kerugian ekonomi negara, tetapi juga dapat menghambat pembangunan dan menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan.Dalam konteks tersebut, reformasi kelembagaan bukan hanya menyentuh aspekstruktur organisasi, tetapi juga menyasar budaya kerja aparatur negara. Integritas, profesionalisme, dan akuntabilitas menjadi nilai utama yang harus diperkuat agar setiap institusi mampu menjalankan mandat konstitusional secara optimal. Tanpaperubahan budaya birokrasi,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini