‘Love (Ft. Marriage And Divorce) 3’ akan Tamat, Ratingnya Saingan dengan ‘Our Blues’

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Tampaknya season tiga dari drama ‘Love (Ft. Marriage and Divorce)’ semakin disenangi oleh pemirsanya karena menuju tamat. Ratingnya pun saingan dengan drama ‘Our Blues’.

Melansir dari Soompi, episode terakhir pada 30 April 2022 dari musim ketiga drama hit ini menempati posisi pertama dalam slot waktunya di semua saluran kabel.

Menurut Nielsen Korea, episode terbaru dari drama ‘Love (ft. Marriage and Divorce) 3’ mencetak peringkat nasional rata-rata 8,9 persen. Ini menandai adanya peningkatan yang signifikan dari episode sebelumnya pada minggu lalu.

Sedangkan ‘Our Blues’ yang tayang di slot waktu yang sama juga mengalami sedikit peningkatan jumlah penonton. Meski drama ini harus menghadapi persaingan ketat dengan drama ‘Love (ft. Marriage and Divorce) 3’.

Episode terbaru dari drama bertabur bintang itu justru mendapatkan rata-rata rating nasional sebesar 7,9 persen.

Sementara drama SBS ‘Again My Life’ masih tetap menempati posisi pertama dalam slot waktu dengan rating nasional rata-rata 8,6 persen. Sementara ‘Tomorrow’ yang mengudara di slot waktu yang sama alami turun rating ke peringkat rata-rata 2,5 persen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kolaborasi Global Diperkuat, Pemerintah Kejar Swasembada Energi

Oleh: Lestari Safiya )*Pemerintah memperkuat kolaborasi global sebagai strategi utama dalammempercepat terwujudnya swasembada energi nasional. Pemerintahmenempatkan kerja sama internasional sebagai instrumen penting untukmenghadapi ketidakpastian pasokan energi dunia sekaligus menjagastabilitas energi domestik.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mendorongpenguatan kolaborasi antarnegara dalam forum Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business di Tokyo. Bahlil menilai bahwa kerjasama yang saling menguntungkan menjadi fondasi dalam menjagaketahanan energi kawasan Indo-Pasifik di tengah meningkatnya tekanangeopolitik.Forum Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business dimanfaatkan Indonesia untuk mempertegas peran strategis dalammenjaga keseimbangan pasokan energi global. Forum tersebut menjadiwadah konsolidasi antarnegara dalam merumuskan langkah kolektifmenghadapi tantangan energi yang semakin kompleks.Indonesia menunjukkan kontribusi nyata melalui ekspor energi dalamskala besar ke berbagai negara. Indonesia mengirimkan liquefied natural gas serta memasok batu bara dalam jumlah signifikan, sehingga turutmenopang stabilitas pasokan energi global.Pemerintah memanfaatkan posisi strategis tersebut untuk memperluaskemitraan internasional yang berorientasi pada kepentingan nasional. Pemerintah menilai kekuatan sebagai pemasok energi menjadi modal penting dalam memperkuat daya tawar diplomasi energi Indonesia.Pemerintah tetap menempatkan kepentingan domestik sebagai prioritasutama dalam setiap kerja sama internasional. Pemerintah menyiapkanlangkah antisipatif melalui optimalisasi sumber daya energi dalam negeriapabila kebutuhan nasional tidak dapat sepenuhnya dipenuhi melaluikerja sama global.Pemerintah mendorong pemanfaatan bahan bakar nabati berbasis crude...
- Advertisement -

Baca berita yang ini