KNPI Karawang gelar Ngabuburit Fokus Bahas UMKM Pasca Pandemi

Baca Juga

MATA INDONESIA, KARAWANG-Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Karawang, menggelar ngabuburit sekaligus santunan anak yatim piatu di Gedung Graha Pemuda.

Kegiatan ngabuburit yang dilakukan juga membahas bagaimana peran pemuda dan media dalam meningkatkan eksistensi UMKM pasca pandemi di Kabupaten Karawang.

Ketua KNPI Karawang, Guntar Mahardika, mengatakan, Ngabuburit bareng pemuda akan menjadi program tahunan KNPI Karawang di tiap bulan Ramadhan. Pasalnya, dengan kegiatan itu memperkuat silaturahmi antar pemuda di Karawang.

“Sesuai slogan kita, pemuda tersenyum, Karawang solid dan Jabar juara,” kata Guntar.

Ketua MPI Karawang, Lukman N Iraz berpesan agar KNPI terus menyalurkan energi positif untuk pemuda di Karawang.
“Hingga menaikan IPM pemuda di Karawang, Jawa Barat,” katanya.

Ketua Pelaksana Ngabuburit bareng pemuda, Ahmad Nopian mengatakansselain diskusi mengenai UMKM, juga diisi dengan santunan Anak Yatim Piatu di wilayah terdekat KNPI.

“KNPI Karawang juga secara simbolik menyerahkan Al Quran kepada KNPI kecamatan. Wakaf Al Quran tersebut dari perusahaan Pindo Deli untuk diberikan pada masyarakat secara gratis,” katanya.

Kontributor: Aip Buchori

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini