Polisi Tunda Periksa Ello Terkait DNA Pro

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bareskrim Polri menjadwal ulang pemeriksaan kepada Marcello Tahitoe atau lebih dikenal dengan Ello terkait dengan kasus robot trading DNA Pro.

Sejatinya Ello akan menjalani pemeriksaan pada Kamis 28 April 2022 pukul 13.00 WIB. Tapi, karena satu hal, pihak penyedik menjadwal ulang pemeriksaan tersebut.

“Klien Kami (Ello) diagendakan akan melakukan pemeriksaan terkait perkara DNA Pro sebagai saksi pada hari ini, tanggal 28 April 2022 Pukul 13.00 WIB,” ujar kuasa hukum Ello, Charles Panjaitan.

Ella dan kuasa hukumnya sedang dalam perjalanan menuju Bareskrim Polri ketika mendapat kabar pemeriksaan ditunda dan akan dijadwal ulang.

“Ketika diperjalanan menuju Bareskrim POLRI, kami mendapatkan informasi dari penyidik bahwa agenda pemeriksaan terhadap klien kami ditunda sampai waktu yang akan diinfokan kemudian dengan alasan satu dan lain hal dari pihak penyidik,” katanya.

Ello adalah satu dari sekian public figure yang diperiksa terkait DNA Pro. Sebelumnya sudah ada Ivan Gunawan, Rossa, Billy Syahputra, Rizky Billar, Lesti Kejora, hingga Yosi ‘Project Pop’.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kolaborasi Lintas Sektor Mempercepat Listrik Desa

Oleh : Antonius UtomoDi era peradaban modern saat ini, ketersediaan energi listrik telah melampaui fungsinya sebagaisekadar sumber penerangan semata. Khususnya di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal(3T), listrik merupakan infrastruktur dasar sekaligus prasyarat utama bagi terwujudnya keadilansosial, pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas layanan kesehatan, dan akselerasitransformasi digital. Oleh karena itu, perluasan akses kelistrikan hingga ke pelosok desa bukansekadar program pembangunan biasa, melainkan agenda strategis nasional yang mendesakdiselesaikan demi memastikan tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal dalam aruskemajuan zaman.Capaian pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) patutdiapresiasi secara memadai. Berdasarkan data terbaru, rasio elektrifikasi di Indonesia berhasilmenyentuh angka 99,83 persen pada triwulan pertama tahun 2026. Meski secara statistik makropencapaian tersebut menunjukkan keberhasilan yang sangat signifikan, sisa persentase sebesar0,17 persen sama sekali tidak boleh diabaikan. Angka tersebut pada hakikatnyamerepresentasikan masyarakat di wilayah geografis yang penuh tantangan, mulai pegununganterpencil hingga pulau terluar, yang masih menantikan kelistrikan. Hal ini menuntut kehadirannegara secara utuh untuk memastikan pemerataan pembangunan, menembus batas isolasi yang menghambat perbaikan tingkat kesejahteraan mereka.Langkah proaktif untuk menjangkau wilayah-wilayah tersulit tersebut terefleksikan dengansangat jelas dalam penyelenggaraan Alignment Forum Program Listrik Desa pada bulan Juli...
- Advertisement -

Baca berita yang ini