Imbas DNA Pro, Rossa Akui Takut Terima Kerjaan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Penyanyi Rossa bikin publik kaget usai diperiksa oleh pihak kepolisian. Rupanya, Rossa juga jadi salah satu seleb yang terseret kasus robot trading, DNA Pro.

Pelantun ‘Pudar’ itu dipanggil Bareskrim Polri pada Kamis 21 April 2022 sebagai saksi. Kala itu, Rossa diundang di salah satu acara DNA Pro sebagai penyanyi di Bali.

Usai kejadian ini, Rossa mengaku trauma. Ia bahkan takut dan khawatir saat ditawari job manggung.

“Jadi sekarang kalau terima kerjaan agak takit ya,” ucap Rossa.

Tak sampai di situ, mantan istri Piyu ‘Padi’ ini menegaskan bakal mengembalikan honor hasil manggung di acara tersebut.

“Kalau memang harus dikembalikan, saya akan kembalikan secepatnya,” ungkapnya.

Sementara itu, tak cuma Rossa yang harus terseret dalam kasus robot trading DNA Pro ini.

Sejumlah selebritis seperti Rizky Billar, Lesty Kejora hingga Virzha juga bernasib serupa. Mereka pun terancam mengembalikan uang pemberian dari robot trasing tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini