Astaga! Muncul Penampakan Kuntilanak di Kamar Mandi Bioskop, Berani Lihat?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sosok penampakan menyeramkan kembali muncul di tengah aktivitas manusia. Setelah ramai kisah kerasukan, kini beredar potret wajah kuntilanak di dalam toilet salah satu bioskop di Jakarta.

Video itu viral diunggah pemilik akun TikTok, @cantbeblankbru. Dalam postingannya, gadis pemilik akun itu tengah mirror selfie bersama teman-temannya di kamar mandi bioskop itu.

@cantbeblankbru

#halloween

♬ JOVYNN Suave sound edit – jovynn

Sekilas, tak ada yang aneh dengan video itu. Bahkan, kondisi toiletnya pun cukup cerah dan tak nampak mengerikan.

Sampai akhirnya si pemilik akun mendekati hasil mirror selfie-nya. Dan benar saja, nampak wajah seram seperti kuntilanak ikut berfoto di antara para gadis-gadis itu.

Bahkan, jika dilihat-lihat, wajah itu seolah membuka mulutnya dan kulitnya begitu pucat.

Sontak, video itu langsung viral di sosial media. Netizen pun ikut merinding lantaran fenomena itu terjadi di toilet bioskop.

Usut punya usut, peristiwa itu terjadi di bioskop di Jakarta Pusat.

Gimana? Kamu berani lihat?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menjaga Aspirasi Tetap Murni di Tengah Agenda Pemulihan Ekonomi

Oleh: Dhita Karuniawati )*Demokrasi memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik, masukan, dan aspirasi kepada pemerintah. Kebebasan berpendapat menjadi salah satu fondasipenting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara karena memungkinkan lahirnyakebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan publik. Namun, di tengah upayamemperkuat pemulihan ekonomi nasional, penyampaian aspirasi perlu tetap dijagaagar tidak kehilangan substansinya akibat tindakan yang justru merugikan masyarakatluas.Demonstrasi merupakan instrumen demokrasi yang sah dan telah menjadi bagian dariperjalanan sejarah Indonesia. Berbagai perubahan kebijakan lahir dari dialog yang diawali oleh kritik masyarakat. Oleh karena itu, penyampaian aspirasi yang dilakukansecara damai dan bertanggung jawab bukan hanya menjadi hak warga negara, tetapijuga bentuk partisipasi aktif dalam pembangunan nasional.Di era digital, dinamika penyampaian aspirasi tidak lagi hanya terjadi di ruang publik, tetapi juga di media sosial. Informasi dapat menyebar dalam hitungan detik dan memengaruhi persepsi masyarakat secara luas. Kondisi ini membuka peluang bagimunculnya disinformasi, provokasi, maupun narasi yang dapat memperkeruh situasiapabila tidak disikapi secara bijaksana. Karena itu, kedewasaan dalam bermedia sosialmenjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga kualitas demokrasi.Dalam konteks tersebut, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengajakmahasiswa untuk menjaga ketertiban dalam menyampaikan aspirasi sertameningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran hoaks dan berbagai bentukprovokasi di ruang digital yang berpotensi memicu eskalasi situasi. Imbauan tersebutjuga menekankan pentingnya penggunaan media sosial secara bertanggung jawabagar ruang digital tidak menjadi sarana penyebaran informasi yang menyesatkan dan dapat mengganggu stabilitas sosial. Pesan tersebut menjadi relevan mengingat ruang digital kini memiliki pengaruh besarterhadap dinamika di lapangan. Narasi yang dibangun melalui media sosial mampumenggerakkan opini publik, bahkan memicu tindakan spontan yang belum tentudidasarkan pada informasi yang utuh. Oleh sebab itu, literasi digital menjadi kebutuhanmendesak agar masyarakat dapat memilah informasi secara kritis sebelummenyebarkannya.Di sisi lain, organisasi kemahasiswaan juga menunjukkan komitmen terhadappenyampaian aspirasi yang bermartabat. Ketua Umum Pimpinan Pusat KesatuanMahasiswa Hindu Dharma Indonesia...
- Advertisement -

Baca berita yang ini