Disomasi Sunan Kalijaga, Ini Pria yang Diduga Pengaruhi Salmafina Sunan Pindah Agama

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Kabar Salmafina Sunan berpindah agama sukses menghebohkan netizen sejak beberapa waktu lalu. Belum diketahui pasti apa alasan sebenarnya di balik keputusan Salma tersebut.

Namun dari pengakuan yang pernah dibuat, Salmafina mengatakan jika keputusan pindah agama diambilnya bukan atas pengaruh dari pihak manapun. Tetapi, memang karena keinginannya sendiri.

Meski demikian, sang ayah, Sunan Kalijaga menduga jika keputusan Salma berpindah agama dibuat lantaran ada pengaruh dari seseorang.

Sunan Kalijaga bahkan sudah melapor ke polisi dan memberikan somasi atau peringatan terbuka pada sosok yang diduga mempengaruhi Salmafina itu. Somasi disampaikan Sunan lewat pengacaranya, Agustinus Nahak beberapa waktu lalu.

“Makanya hari ini pun saya mensomir secara umum kepada saudara Joe untuk tidak bergaul dan tidak berkomunikasi dalam bentuk apapun pada anak klien kami,” ujar Agustinus Nahak, dikutip Selasa, 6 Agustus 2019.

Dari pernyataan somasi tersebut, terungkap jika sosok yang diduga telah mempengaruhi Salmafina adalah pria bernama Joe. Belakangan, identitas Joe mulai semakin terkuak.

Ia diketahui berprofesi sebagai seorang chef. Dilihat dari akun Instagramnya, @jor_ardis, Joe kerap mengunggah aktivitasnya sebagai chef.

Joe juga ternyata menjadi pembawa acara dalam program ‘Joe The Food Carver dalam sebuah kanal Youtube.

Dalam beberapa foto juga terlihat Joe menjalani aktivitas bersama Salmafina Sunan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Perkuat Ekosistem Media Digital Hasilkan Internet Sehat dan Berkualitas

*) Oleh: M. Naufal FahriTransformasi digital telah mengubah cara masyarakat Indonesia memperoleh, memproduksi, dan mendistribusikan informasi. Ruang digital kini bukan lagi sekadarkanal komunikasi, melainkan telah menjadi ruang publik yang memengaruhi caramasyarakat berpikir, mengambil keputusan, belajar, bekerja, hingga berinteraksisecara sosial. Perubahan ini membawa manfaat besar karena informasi menjadisemakin cepat, murah, beragam, dan mudah diakses hingga ke berbagai lapisanmasyarakat. Namun, kemudahan tersebut sekaligus menghadirkan tantangan seriusketika derasnya arus informasi tidak diimbangi kemampuan memilah, memverifikasi, dan memahami konteks.Direktur Ekosistem Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Farida Dewi Maharani menilai perkembangan teknologi tidak mungkin dihentikan, sehinggapendekatan yang diperlukan bukanlah menutup ruang digital, melainkan membanguntata kelola yang mampu menjaga manfaat teknologi sekaligus meminimalkanrisikonya. Pemerintah, menurut Farida, memiliki peran menjaga “pagar” ruang digital agar tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat tanpa mematikan kebebasanberekspresi dan berpendapat. Perspektif tersebut penting karena kemajuan teknologiharus ditempatkan sebagai instrumen pembangunan, bukan semata-mata sebagaisumber ancaman. Dengan infrastruktur konektivitas yang terus berkembang, tantangan berikutnya adalah memastikan masyarakat mampu menggunakan teknologisecara produktif.Masalahnya, demokratisasi produksi informasi melalui media sosial juga telahmenghapus banyak batas yang sebelumnya dijaga oleh mekanisme editorial media arus utama. Setiap orang kini dapat menjadi produsen sekaligus distributor informasitanpa harus melalui proses verifikasi, konfirmasi,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini