Selain Geger Otak Ringan, Marquez Alami Diplopia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez mengalami geger otak ringan saat kecelakaan di MotoGP Mandalika. Selain itu, dia mengalami diplopia.

Marquez mengalami kecelakaan hebat saat sesi pemanasan jelang balapan MotoGP Mandalika. Saat di tikungan tujuh, dia mengalami high side crash yang membuat tubuhnya terpental ke atas.

Meski kondisinya tak parah, pada akhirnya Marquez absen pada balapan MotoGP Mandalika. Pembalap asal Spanyol itu sempat dilarikan ke rumah sakit sebelum akhirnya divonis geger otak ringan.

Sebenarnya Marquez bisa saja ikut balapan, tapi dokter menyarankan sebaliknya. Kini, pembalap 29 tahun itu mengalami diplopia atau gangguan penglihatan.

“Sepertinya saya mengalmai deja vu. Selama perjalanan menuju Spanyol, saya merasa tidak nyaman dengan penglihatan dan kami memutuskan menemui dokter Sanchez Dalmau yang mengonfirmasi saya mengalami lagi diplopia,” cuit Marquez, di Twitter.

“Untungnya tidak separah cedera yang saya alami akhir tahun lalu. Kini waktunya istirahat dan melihat bagaimana perkembangan cedera ini. Seperti biasa, terima kasih kepada semua orang atas dukungannya,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini