PA 212 Karawang Hormati Proses Hukum Bebasnya Terdakwa Unlawful Killing

Baca Juga

MATA INDONESIA, KARAWANG – Bebasnya dua terdakwa kasus Unlawful Killing oleh Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mendapat tanggapan dari Ketua PA 212 Karawang Endang Mulyana.

Menurut Endang Mahkamah Agung perlu mengevaluasi para hakim yang menjatuhkan vonis. ” Secara pribadi saya belum puas akan keputusan tersebua,”  katanya.

PA 212 menerima apapun keputusan hakim terkait kasus ini dan masih menunggu Jaksa Penuntut Umum mengakomodir untuk melanjutkan proses banding ke tingkat peradilan yang lebih tinggi.

”Sebagai warga negara yang baik, tentunya kita hormati proses hukum yang ada. Kita juga masih menunggu Jaksa untuk melanjutkan banding, dan beberapa proses hukum selanjutnya,” katanya.

Menurutnya, proses hukum ini kental dengan aroma ketidakadilan. Namun ia juga menghormati pihak pihak yang tidak sependapat dengannya. ”Iya namanya alam demokrasi, masing masing orang punya pendapat. Saya berpendapat bahwa proses hukum ini sangat kental dengan aroma ketidakadilan. Namun kita menyalurkan rasa ketidakpuasan tersebut lewat jalur yang benar, yaitu menempuh jalur hukum,” katanya.

Reporter: Rizky Aulia 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini