Saham Amazon Dijual Rp 25 Triliun Nih, Ada yang Mau Beli Gak?

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Wah kabar gembira nih kalian yang punya duit ‘unlimited’ dan pengen jadi bos besar di sebuah perusahaan raksasa. Rencananya, Amazon akan menjual 956.612 ribu lembar sahamnya senilai 1,8 juta dolar AS, atau setara Rp 25,5 triliun.

Mengutip Business Insider, Senin 5 Agustus 2019, bos utama Amazon, Jeff Bezos berkata, penjualan saham kali ini adalah yang terbesar yang pernah ia lakukan selama ini.

Rumor yang berhembus, Bezos sengaja melakukan pelepasan saham agar hasilnya dapat digunakan untuk pengembangan Blue Origin, perusahaan baru milik Bezos.

Blue Origin adalah perusahaan roket yang didirikan orang terkaya di dunia itu untuk memenuhi ambisinya, yakni membawa umat manusia ke luar angkasa. Bezos yakin, pemindahan manusia ke luar angkasa adalah jalan yang tepat di tengah tak terkendalinya populasi manusia saat ini di bumi.

Jika dijual, saham miliknya di Amazon masih tersisa 58,1 juta lembar lagu. Meski kepemilikan sahamnya berkurang, Bezos masih dinobatkan sebagai manusia terkaya di dunia dengan total kekayaan sebesar US$115 miliar atau lebih dari Rp 1.600 triliun.

Berita Terbaru

Pemerintah Membuka Ruang Aspirasi, Mahasiswa Papua Harus Utamakan Dialog dan Menjaga Persatuan

Oleh: Samuel Wenda*Papua terus bergerak menuju masa depan yang lebih baik melalui berbagai program pembangunan yang mengedepankan kesejahteraan masyarakat, pemerataan pelayanan publik, serta penghormatan terhadap keberagaman sosial dan budaya. Dalam proses tersebut, pemerintahmenunjukkan komitmen untuk membuka ruang dialog dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah. Pendekatan yang mengedepankan komunikasi, musyawarah, dan kolaborasi menjadi modal penting dalammemastikan setiap kebijakan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuatpersatuan di Tanah Papua.Penyampaian aspirasi oleh mahasiswa merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang dijamin dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Aspirasi yang disampaikan secara damai, tertib, dan bertanggung jawab menjadi masukan yang berharga bagi penyempurnaan berbagai kebijakanpembangunan. Oleh karena itu, kehadiran lembaga-lembaga negara yang bersedia menerima, mendengar, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat menunjukkan bahwa pemerintah terusmemperkuat tata kelola pemerintahan yang partisipatif dan terbuka.Komitmen tersebut tercermin dari sikap Anggota DPR Papua sekaligus tokoh intelektual, tokohadat Port Numbay, dan tokoh agama, Dr. Ir. Alberth Merauje, A.Md.Tek., S.T., M.T., IPM,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini