Terungkap! Vino G. Bastian Ternyata Ingin Main Film Jadi Perempuan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Aktor Vino G. Bastian mengungkap fakta mengejutkan. Suami Marsha Timothy ini ngaku ingin main film dan memerankan karakter sebagai perempuan.

Hal itu diungkap Vino saat menghadiri Gala Premier film terbarunya, Baby Blues. Dalam filmnya, Vino yang beradu akting dengan Aurelie Moeremans ini berperan sebagai sosok suami bernama Dika, yang jiwanya tertukar dengan sang istri, Dinda.

Alhasil, sosok Dika yang perkasa dan tulang punggung keluarga berubah menjadi lemah lembut bak wanita, lantaran jiwanya tertukar dengan Dinda.

Peran yang Vini dapatkan itu membuatnya mengungkap dirinya dulu pernah menginginkan bermain film sebagai wanita.

“Saya pernah melihat seorang transgender tapi dia berhasil jadi seorang ibu. Nah itu saya pengen (bermain jadi wanita), itu keren banget,” katanya.

Namun, meski tidak menjadi ‘wanita’ seutuhnya dalam film Baby Blues, bapak satu anak ini mengaku cukup kewalahan. Pasalnya, ia memainkan karakter dan gestur perempuan tanpa mengubah penampilannya sedikit pun.

“Ini perannya lebih sulit. Saya pengen ngejar ke jiwanya sebagai perempuan sih,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Prabowo dan Upaya Memuliakan Guru Indonesia

Oleh: Febrian Rizki )*Presiden Prabowo Subianto menempatkan guru sebagai salah satu elemen terpenting dalam pembangunan bangsa. Bagi pemerintah, keberhasilan Indonesia menuju negara maju tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dibentuk melalui pendidikan. Dalam proses tersebut, guru memegang peran sentral sebagai penggerak utama lahirnya generasi yang berkarakter, berpengetahuan, dan memiliki daya saing tinggi.Komitmen terhadap penguatan peran guru menjadi bagian penting dari agenda pembangunan nasional yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo. Perhatian tersebut diwujudkan melalui kebijakan yang tidakhanya berfokus pada peningkatan kesejahteraan, tetapi juga menyentuh aspek profesionalisme, peningkatan kompetensi, dan penyederhanaan tata kelola pendidikan. Kebijakan peningkatan tunjangan guru menjadi salah satu bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan tenaga pendidik. Menteri Pendidikan Dasar dan Menegah, Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa pemerintah telah menaikkan tunjangan guru non-ASN dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan. Sementara itu, guru ASN memperoleh tunjangan sebesar satu kali gaji pokok sesuai ketentuan yang berlaku.Kenaikan tunjangan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalammemberikan penghargaan yang lebih layak kepada para...
- Advertisement -

Baca berita yang ini