Jangan Terlewat, Ini Deretan Drama Korea yang Tayang Bulan Maret

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA Siapa yang sudah tak sabar dengan drama Korea terbaru? Tenang, memasuki awal bulan Maret ini, ada deretan drama Korea spesial yang siap menghiburmu.

Ada berbagai genre drakor yang bisa kamu nikmati. Mulai dari action, hingga drama romantis.

Penasaran deretan drama Korea yang bakal tayang bulan ini? Yuk simak!

  1. Blue of Winter

Pertama ada Blue of Winter. Drama BLUE OF WINTER ini dibintangi oleh Jeon Yu Bin, Min In Ki, Lee Jung Min, dan Yoo Young Mo.

Web drama BLUE OF WINTER ini bercerita tentang tiga atlet judo yang saling bertemu di sebuah kompetisi judo antar SMA. Kisah romansa cinta pertama akan hadir mewarnai cerita kehidupan mereka.

Buat yang tak sabar, Blue of Winter bakal tayang 14 Maret 2022.

2. The King of Pigs

Kamu pecinta drama thriller misterius, maka drakor ini bakal jadi pilihan yang tepat. Yup, The King of Pigs.

Drama THE KING OF PIGS ini dibintangi oleh Kim Dong Wook, Kim Sung Kyu, dan Chae Jung An.

Drama thriller ini menceritakan tentang dua teman yang menerima pesan dari seorang teman lain yang mereka kenal 20 tahun lalu dan kasus pembunuhan berantai misterius pun mulai terjadi setelahnya. Drama ini akan tayang pada tanggal 18 maret 2022 mendatang.

3. Boys Flight

Selanjutnya ada Boys Flight. Drama satu ini, cocok banget buat kamu yang mengikuti akting Yoon Chan Young dalam drama ALL OF US ARE DEAD.

Drama BOYS FLIGHT ini menampilkan cerita tentang remaja yang menemukan ladang yang dipenuhi dengan mariyuana atau ganja di sebuah pedesaan. Dan diketahui akan tayang pada akhir bulan Maret ini.

4. Crazy Love

Satu lagi drama Korea yang bakal tayang di bulan Maret ialah Crazy Love. Tak tanggung-tanggung, drama ini bakal dibintangi aktris ternama, Krystal Jung.

Drama Korea satu ini bakal cocok buat kamu yang ingin menonton komedi romantis yang bercerita tentang seorang CEO perusahaan. Buat yang gak sabar, Crazy Love sudah tayang pada 7 Maret 2022 di Disney Plus ya!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini