Pasukan Rusia Hancurkan 74 Fasilitas Militer Ukraina

Baca Juga

MATA INDONESIA, KIEV – Rusia melaporkan bahwa militernya telah menghancurkan lebih dari 70 sasaran militer di Ukraina, termasuk 11 lapangan terbang, tiga pos komando, serta 18 stasiun radar sistem rudal antipesawat S-300 dan Buk-M1.

“Akibat serangan yang dilakukan oleh angkatan bersenjata Rusia, 74 fasilitas darat militer Ukraina hancur,” kata Igor Konashenkov, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, melansir NDTV, Jumat, 25 Februari 2022.

Juru bicara itu menambahkan bahwa sebuah helikopter militer Ukraina dan empat drone juga telah ditembak jatuh. Konashenkov mengatakan pasukan separatis melanjutkan serangan yang didukung oleh dukungan udara angkatan bersenjata Rusia.

“Saat ini kelompok nasionalis bersenjata sedang melakukan perlawanan,” katanya, sambil mengklaim bahwa pasukan Ukraina ingin meninggalkan daerah permusuhan.

Konashenkov menambahkan bahwa Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu telah memerintahkan pasukan Rusia untuk memperlakukan prajurit Ukraina dengan hormat.

Sebagaimana diketahui, Presiden Vladimir Putin melancarkan serangan di Ukraina pada Kamis (24/2) dini hari, setelah pidato nasionalnya disiarkan sekitar pukul 5:40 pagi waktu setempat.

Tak lama setelah pidato tersebut, pemboman pertama terdengar di ibukota Ukraina, Kiev, dan beberapa kota lainnya, menurut koresponden AFP.

Dalam serangan tunggal paling mematikan yang dilaporkan oleh pihak berwenang, 18 orang tewas di sebuah pangkalan militer dekat kota pelabuhan Laut Hitam Ukraina, Odessa.

Penjaga perbatasan Ukraina mengatakan pasukan Rusia telah mencapai wilayah di sekitar ibu kota, Kiev.

Reporter AFP yang bertugas di bagian utara kota melihat beberapa helikopter yang terbang rendah di atas kepala di tengah laporan bahwa sebuah lapangan terbang sedang diserang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Presiden Gunakan Reshuffle untuk Maksimalkan Capaian Program Strategis

Oleh: Windi Paramitha )*Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan Kabinet Merah Putih sebagai langkah strategis untuk memastikan percepatan pelaksanaan program prioritas nasional. Presiden menempatkan reshuffle sebagai instrumen penting untuk menjaga efektivitas pemerintahan di tengah dinamika tantangan yang terus berkembang.Pelantikan pejabat baru yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada 27 April 2026 menunjukkan komitmen pemerintah dalam melakukanpenyesuaian struktural. Pemerintah memandang penyegaran kabinetsebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja lembaganegara.Prosesi pelantikan yang dipimpin langsung Presiden menegaskanpentingnya integritas dalam menjalankan amanah jabatan. Presidenmenekankan kesetiaan terhadap konstitusi serta tanggung jawab penuhdalam menjalankan tugas sebagai bentuk pengabdian kepada negara.Struktur kabinet yang diperbarui menghadirkan sejumlah perubahansignifikan pada posisi strategis. Kepala Staf Kepresidenan sebelumnya, Muhammad Qodari, dipercaya mengemban tugas baru sebagai KepalaBadan Komunikasi Pemerintah. Perubahan ini diarahkan untukmemperkuat koordinasi komunikasi publik.Penunjukan Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor StafKepresidenan menjadi bagian dari upaya memperkuat pengendalianprogram prioritas. Pemerintah menilai pengalaman dan kapasitas Dudung mampu mendukung efektivitas koordinasi lintas sektor.Sektor lingkungan hidup juga mengalami penyesuaian kepemimpinan. Menteri Lingkungan Hidup yang baru, Jumhur Hidayat, diberikan amanahuntuk memperkuat kebijakan pengelolaan lingkungan secarakomprehensif. Pemerintah melihat latar belakangnya sebagai modal dalam memperluas pendekatan kebijakan.Peran Menteri Lingkungan Hidup sebelumnya, Hanif Faisol Nurofiq, tidakdihentikan melainkan dialihkan. Pemerintah menugaskan Hanif sebagaiWakil Menteri Koordinator Bidang Pangan guna mendukung penguatansektor strategis lainnya.Pengangkatan Abdul...
- Advertisement -

Baca berita yang ini