Digitalilasi Mendorong Pertumbuhan dan Perluasan Pasar UMKM

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pada era digital seperti saat ini, digitalisasi sangat penting bagi pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Tidak hanya untuk memperluas target pasarnya, namun juga untuk mendorong pertumbuhan.

“Peran digitalisasi sangat penting. Indonesia memiliki pasar yang sangat besar dan itu merupakan potensi ekonomi digital kami. Dalam ekosistem ekonomi digital, e-commerce masih menjadi pendorong pertumbuhan paling signifikan di semua negara ASEAN, dan hal itu juga terjadi di Indonesia,” kata Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara, Rabu 23 Februari 2022.

Wamenkeu mengatakan bahwa masih ada tantangan. Kesenjangan digital masih sangat banyak terjadi di Indonesia.

Selama pandemi, tantangan ini terlihat pada sektor pendidikan dimana pelaksanaan pembelajaran jarak jauh sangat dipengaruhi oleh koneksi digital. Kesenjangan ini terlihat terutama di daerah terpencil Indonesia.

Pemerintah sangat fokus pada pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia, karena UMKM adalah sektor yang sangat penting bagi pemulihan ekonomi

Menurut Wamenkeu, transformasi digitalisasi dan UMKM adalah bagian dari diskusi yang sangat kuat untuk program pemulihan di masa depan. Sebagaimana pembahasan dalam pertemuan pertama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 pekan lalu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini