Polda Papua Dukung Upaya Pemerintah Akselerasi Vaksinasi di Kota-kota Transit

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Polda Papua mendukung penuh upaya pemerintah melakukan akselerasi vaksinasi Covid-19 terutama di kota-kota transit.

“Daerah-daerah transit dimana masyarakat dari gunung-gunung itu biasa turun ke sana seperti Jayapura, Timika, Merauke, Nabire dan Biak itu yang harus kita perkuat dengan melakukan akselerasi vaksinasi. Itu juga yang disampaikan Bapak Presiden Jokowi kepada kami saat video conference beberapa hari lalu,” ujar Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri.

Menghadapi badai varian omicron, Presiden Joko Widodo mengingatkan seluruh warga Papua agar patuh dan taat melaksanakan protokol kesehatan terutama pemakaian masker untuk mencegah paparan virus corona jenis baru yang penularannya sangat cepat.

Di sisi lain, program vaksinasi Covid-19 di Papua, terutama di daerah-daerah pedalaman seperti di gunung-gunung, lembah dan pesisir pantai mengalami hambatan besar karena kondisi geografis yang sulit, ditambah lagi dengan sikap warga yang enggan divaksin karena termakan berbagai isu hoax yang beredar atau sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak tertentu.

“Apa pun kendala yang dihadapi di lapangan, pihak Polri bersama unsur TNI akan terus membantu pemerintah daerah dalam mengajak masyarakat agar mau divaksin untuk mencegah penularan Covid-19 di lingkungan rumah tangga, keluarga dan lingkungan terdekatnya,” katanya.

Guna mempercepat vaksinasi warga yang bermukim di pedalaman Papua, setiap pelaku perjalanan dari pedalaman ke kota-kota transit seperti Jayapura, Timika, Merauke, Nabire dan Biak harus sudah divaksin.

“Masyarakat dari gunung-gunung yang mau ke kota itu wajib divaksin. Mungkin di daerahnya mereka belum divaksin, tapi kalau mau turun ke kota-kota transit maka mereka wajib vaksin. Itu salah satu upaya untuk mempercepat cakupan vaksinasi di Papua,” ucapnya.

Saat ini Polda Papua membuka 44 gerai vaksin di seluruh Polres jajaran di Provinsi Papua. Selama tiga hari terakhir, gerai-gerai vaksin yang ada di setiap Polres selalu ramai dikunjungi warga yang hendak menerima suntikan vaksinasi dosis pertama, dosis kedua, bahkan dosis ketiga alias vaksin penguat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Anggaran Pendidikan Naik, Bukan Turun: Meluruskan Isu MBG dan APBN 2026

Oleh : Dr. Ahmad Budidarma, S.Kom, MM Penelaah Teknis Kebijakan Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemdikdasmen Belakangan ini, ruang publik diramaikan oleh narasi bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah “menggerus” anggaran pendidikan. Isu tersebut menyebar luas di media sosialdan sebagian ruang diskusi publik, memunculkan kekhawatiran bahwa komitmen negara terhadap sektor pendidikan tengah mengalami penurunan. Kekhawatiran ini tentu dapatdipahami. Pendidikan adalah fondasi masa depan bangsa; setiap perubahan alokasi anggaranselalu sensitif dan mudah memicu respons emosional. Namun, bila kita merujuk pada dokumen resmi pemerintah dalam Rancangan APBN 2026 serta penjelasan yang disampaikan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, fakta yang muncul justru sebaliknya: anggaran pendidikan tahun 2026 mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah tetap menjaga amanat konstitusi untuk mengalokasikan sekurang-kurangnya 20 persen dari total belanja negara untuk fungsi pendidikan. Artinya, secara normatif dan fiskal, komitmen tersebut tetap terpelihara. Kenaikan ini juga tercermin pada pagu anggaran Kementerian Pendidikan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini