Potret Perwira Polri Bantu Bajak Sawah Warga di Yahukimo Papua

Baca Juga

MATA INDONESIA, YAHUKIMO – Seorang perwira Polri, AKBP Supriyadi Rahman turun langsung membantu membajak sawah petani di Desa Moruku, Kabupaten Yahukimo, Papua.

Dengan membawa traktor, dia masuk ke dalam lumpur sawah milik  masyarakat setempat.

Perwira menengah Polri ini merupakan Wakaopres Damai Cartenz wilayah Yahukimo. Dia membantu warga dalam kegiatan Program Binmas Noken Polri.

Kepada warga, Supriyadi menyampaikan penyiapan lahan pertanian ini dapat membantu panen maksimal para petani. ”Totalitas kita harus turun ke masyarakat untuk membantu, apalagi dalam hal ketahanan pangan warga. Petani harus mendapatkan bantuan ekstra agar hasil panennya bisa maksimal,” ujar perwira berpangkat dua melati tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini sangat baik untuk bisa mendekatkan diri kepada masyarakat sehingga timbul rasa persaudaraan antarwarga dan anggota Polri. ”Kegiatan ini akan menimbulkan rasa kebersamaan dan persatuan antara polisi dan warganya. Tujuannya agar tercipta lingkungan dengan kamtibmas yang kondusif dan bisa mendukung segala aktivitas warga dalam berkegiatan sehari-hari,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini