Masya Allah, Seniman Pakistan Ciptakan Mahakarya Berupa Salinan Al-Qur’an Berlapis Emas!

Baca Juga

MATA INDONESIA, KARACHI – Ada begitu banyak cara orang berkarya dan menyalurkan hobinya. Seperti seorang seniman di Pakistan, Shahid Rassam yang sedang menciptakan mahakarya unik lagi menakjubkan.

Rassam tengah menyelesaikan mahakaryanya berupa salinan Al-Qur’an berlapis emas terbesar di dunia! Berbicara di hadapan wartawan saat konferensi pers di Karachi Press Club, Shahid mengatakan bahwa ia mulai membuat mahakarya luar biasa ini sejak 2016.

Salinan Quran setebal 550 halaman akan memiliki 2.000 pon aluminium, dan 200 pon emas untuk pelapisan. Untuk itu, katanya, proyek fantastis ini membutuhkan dukungan pemerintah dan sektor swasta.

“Setiap halaman panjangnya 2,6 meter dan lebarnya dua meter. Alih-alih tinta atau cat, kami menggunakan logam untuk mencetak kata-kata, dan sebagai ganti kertas, kami menggunakan kanvas,” kata Shahid Rassam, melansir GEO TV.

“Ketika saya pertama kali menunjukkannya kepada Anwar Maqsood Sahib, ia bertanya kepada saya berapa lama saya akan menyelesaikannya. Dia bertanya apakah cucu saya akan menyelesaikan proyek tersebut setelah mengetahui bahwa saya membutuhkan waktu dua tahun untuk menyelesaikan dua halaman,” tuturnya.

Untuk mempercepat proses tersebut, Rassam mengatakan telah mempekerjakan sebanyak 200 kaligrafer, desainer, pelukis, serta pematung muda. Ia mengatakan, setelah mahakarya ini selesai, salinan Al-Qur’an berlapis emas perlu ditempatkan di museum khusus.

“Saya juga meminta dukungan dari Aga Khan Foundation,” sambungnya.

Menurut Anwar Maqsood, Rassam adalah seniman yang mengikuti kata hatinya. Ia berpandangan bahwa karyanya belakangan ini tidak hanya dicintai oleh umat Islam tetapi juga oleh mereka yang tertarik pada seni.

“Tentu saja, jika Anda meminta museum untuk menampungnya, Anda mungkin juga meminta seratus ribu personel keamanan untuk menjaganya karena itu sarat dengan emas,” candanya, menambahkan bahwa Yayasan Aga Khan akan ideal untuk membantu dan mendukung proyek semacam itu.

Presiden KPC Fazil Jamili menyatakan bahwa Rassam telah memberikan jasa yang tak ternilai dengan menciptakan sebuah karya seni yang begitu memukau.

“Ini adalah sebuah mahakarya. Dan sebagai orang Pakistan, kami bangga mendapatkan kesempatan untuk melihat pekerjaan semacam ini dalam hidup kami,” tegasnya.

Karya lain Rassam adalah menorehkan Surah-e-Rahman dengan tulisan aluminium dan berlapis emas di atas kanvas berkualitas tinggi, yang telah dilakukan untuk pertama kalinya dalam sejarah Islam selama lebih dari 1.400 tahun.

Karya luar biasa ini diresmikan oleh Penasihat Perdana Menteri Perdagangan dan Investasi Pakistan, Abdul Razak Dawood bersama Duta Besar Pakistan untuk UEA Afzaal Mahmood, pejabat senior Expo 2020, diplomat dan eksekutif perusahaan yang hadir pada kesempatan tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mendukung Instensifikasi Respons Dini Menekan Dampak PHK terhadap Masyarakat

*) Oleh : Prinsa AlisaDinamika perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian memberikantantangan tersendiri bagi dunia usaha dan sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Dalam situasi tersebut, pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk melindungimasyarakat melalui berbagai langkah strategis guna mengantisipasi dan meminimalkan dampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Upaya intensifikasirespons dini yang dilakukan pemerintah patut mendapatkan dukungan dari seluruhelemen masyarakat karena menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonominasional sekaligus melindungi kesejahteraan para pekerja dan keluarganya.Langkah respons dini yang diperkuat pemerintah menunjukkan adanya kesadaranbahwa potensi PHK harus diantisipasi sebelum berkembang menjadi permasalahansosial dan ekonomi yang lebih besar. Melalui pemantauan kondisi industri secaraberkelanjutan, penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, sertakomunikasi yang lebih intensif dengan pelaku usaha, pemerintah berupayamendeteksi berbagai potensi risiko sejak awal. Pendekatan ini menjadi penting karenapenanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi dampak yang dirasakan oleh pekerja maupun sektor usaha.Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (KemnakerRI), Indah Anggoro Putri menjelaskan pemerintah terus mendorong berbagaikebijakan yang bertujuan menjaga keberlangsungan dunia usaha agar tetap mampumempertahankan tenaga kerjanya. Berbagai insentif, kemudahan berusaha, hinggaupaya menjaga iklim investasi terus dilakukan untuk menciptakan ruang tumbuh bagisektor industri. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokuspada penanganan dampak setelah PHK terjadi, tetapi juga berupaya mencegahterjadinya PHK melalui penguatan daya tahan ekonomi dan dunia usaha.Selain itu, pengembangan program peningkatan keterampilan dan pelatihan kerjamenjadi salah satu bentuk nyata respons pemerintah dalam menghadapi perubahankebutuhan pasar tenaga kerja. Transformasi ekonomi dan perkembangan teknologimenuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang semakin adaptif. Melalui berbagaiprogram pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemerintahberupaya memastikan bahwa pekerja Indonesia tetap memiliki daya saing dan peluang kerja yang luas di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung cepat.Dukungan terhadap respons dini pemerintah juga penting karena dampak PHK tidakhanya dirasakan oleh individu yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga memengaruhikondisi ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar. Ketika lapangan kerja dapatdipertahankan dan risiko PHK dapat ditekan, daya beli masyarakat akan tetap terjaga. Stabilitas konsumsi rumah tangga pada akhirnya akan mendukung pertumbuhanekonomi nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, keberhasilanlangkah pemerintah dalam melakukan mitigasi risiko ketenagakerjaan akanmemberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.Pakar demografi dan ketenagakerjaan terkemuka dari Universitas Gadjah Mada(UGM), Tadjuddin Noer Effendi menjelaskan di tingkat daerah, penguatan respons dinidapat membantu pemerintah daerah dan pelaku usaha mengambil langkah antisipatifyang lebih efektif. Informasi yang diperoleh lebih cepat memungkinkan berbagai pihakmenyiapkan solusi sebelum terjadi gejolak ketenagakerjaan yang lebih besar. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan setiap kebijakan dapat berjalansecara optimal dan tepat sasaran.Dukungan terhadap langkah pemerintah juga perlu diwujudkan melalui partisipasi aktifberbagai pemangku kepentingan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini