Indra Kenz Geram Dibilang ‘Ngumpet’ ke Turki: Kalau Kabur Gue Gak Bilang-bilang

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Content Creator Indra Kenz masih ramai jadi perbincangan warganet. Belum lama ini, pria yang akrab disapa ‘sultan Medan’ itu disebut kabur dari panggilan kepolisian.

Hal ini bermula dari postingan Indra yang pamit berobat ke Turki. Padahal, saat itu Indra seharusnya memenuhi panggilan dari pihak berwajib.

Kini, berita tersebut pun sampai ke telinga Indra. Lewat IG Story-nya ia menanggapi kabar itu dan menegaskan dirinya tak kabur.

“Kalau niatnya mau kabur gak bakal bilang-bilang, tahu-tahu udah ilang aja,” kata Indra.

Ia mengaku kesal dengan pemberitaan yang beredar dan mencoreng nama dirinya. Indra menegaskan ia selalu memberi update terkini soal keseharainnya di Turki dan tak ada niat melarikan diri.

“Dari awal mau berangkat gue update terus, sebenernya udah gak pengen bahas ini lagi di sosmed, tapi beritanya digoreng terus,” tulis Indra.

Sementara itu, Indra sudah menuliskan permintaan maafnya di sosial media. Ia mengaku investasi yang dilakukannya ilegal dan telah merugikan banyak orang.

Lebih lanjut, Indra menegaskan dirinya akan kooperatif dengan hukum yang berjalan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini