Pemkot Batam Tingkatkan Mutu Layanan Puskesmas Demi Naikkan PAD

Baca Juga

MATA INDONESIA, BATAM – Untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD), Pemerintah Kota (Pemkot) Batam berencana meningkatkan mutu pelayanan puskesmas.

Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad di Rapat Paripurna DPRD Batam, Rabu 16 Februari 2022.

Kepada anggota legislatif tersebut, Amsakar menjelaskan perlunya perubahan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan

Perubahan regulasi itu diharapkan bisa meningkatkan PAD.

“Pemerintah Kota Batam menilai perkembangan dunia kesehatan adalah potensi yang dapat dimaksimalkan menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Retribusi di bidang Pelayanan Kesehatan,” ujarnya.

Pertimbangan lainnya karena saat ini ada tiga Puskesmas di Kota Batam yang telah menerapkan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Lembaga pemerintah yang menerapkan sistem BLUD sudah bisa mengelola keuangannya sendiri.

Keuangan lembaga itu tidak lagi terlalu tergantung kepada pemerintah setempat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini