Meski Ada Penundaan, Pemda TTS Siap Sambut Kedatangan Jokowi di Soe

Baca Juga

MATA INDONESIA SOE – Kunjungan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ke Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang diagendakan pada 15 Februari 2022 tertunda karena ada peningkatan kasus Covid-19. Meski demikian, pihak Pemerintah Daerah TTS tetap mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan Jokowi kelak.

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. TTS Ardi A. Benu, S.Sos, mengatakan bahwa Bupati TTS Egusem Pieter Tahun, ST, MM berserta jajarannya saat ini serius melakukan persiapan–persiapan dalam rangka kunjungan kerja Presiden RI Jokowi.

“Teknisnya dilakukan oleh panitia persiapan. Panitia persiapan tersebut dibentuk berdasarkan keputusan Bupati TTS Nomor: 38/KEP/HK/2022 Tanggal 4 Februari 2022 Tentang Pembentukan Panitia Pelaksanaan Kunjungan Kerja Presiden RI Di Kabupaten TTS Tahun 2022,” ujarnya, Jumat 11 Februari 2022.

Sebelumnya Bupati TTS Egusem Pieter Tahun, ST, MM juga sudah menjelaskan
rencana Kunjungan Kerja Presiden RI ke Kabupaten TTS dijadwalkan pada 15 Februari 2022.

Namun, Pemda TTS mendapatkan informasi resmi dari Kepala Perwakilan BKKBN Propinsi NTT pada 9 Februari 2022 bahwa berdasarkan Rapimnas bersama Kementrian Setneg secara Virtual rencana kunjungan kerja Presiden RI ke Kabupaten TTS mengalami penundaan.

“Adanya peningkatan kasus COVID-19 yang cukup signifikan sehingga ditunda atau diundur sampai dengan situasi kondusif, tapi pada prinsipnya Kunjungan Kerja tersebut akan berlangsung, sehingga waktu yang ada Pemprov NTT dan Pemkab TTS terus melakukan persiapan,” katanya.

Ia pun mengimbau kepada seluruh jajaran dan warga masyarakat TTS untuk terus melakukan persiapan agar segala sesuatu yang berhubungan dengan agenda kegiatan Jokowi di TTS dapat dipersiapkan dengan lebih baik lagi.

Kontributor TTS : Frengky Kase

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini