Disperindag Karawang Masih Temukan Harga Minyak Goreng Rp 16.000 Perliternya

Baca Juga

MATA INDONESIA, KARAWANG-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Karawang memberikan surat peringatan kepada salah satu agen yang menjual minyak goreng dengan harga 16 ribu per liter.

Kadisperindag Ahmad Suroto mengatakan ada salah satu agen minyak goreng di Pasar Johar menjual minyak goreng seharga 16 ribu per liter.

“Kebijakan kami, stok lama itu mau habis atau tidak selama seminggu, agem tersebut harus kembali menjual minyak goreng sesuai aturan Kementerian Perdagangan itu 14 ribu per liter,” kata Suroto usai Inspeksi Mendadak (Sidak) minyak goreng di Pasar Johar, Jumat 11 Februari 2022.

Saat dikonfirmasi, pengelola agen yang menjual minyak goreng 16 ribu, Awan (47) mengakui merugi bila menjual stok minyak goreng lama dengan harga 14 ribu per liter.

“Kalau saya jual 14 ribu, saya merugi lumayan cukup besar karena saat ini stok lama saya itu ada 90 dus berisikan 4 liter minyak goreng, dan diperkiran per dus itu kalau dijual 14 ribu rugi 27 ribu, kalikan saja dengan 90 dus,” katanya.

Oleh karenanya, ia meminta dinas terkait meminta waktu untuk menjual stok lama tersebut“Saya minta waktu untuk bisa menjual minyak goreng stok lama ini, sebelum stok baru ada,” ujarnya.

Reporter: Muhammad Rizky Aulia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dimethyl Ether dan Transformasi Ketahanan Energi Indonesia

Oleh : Ricky Rinaldi *)Ketahanan energi menjadi salah satu isu strategis yang menentukan arahpembangunan nasional di tengah dinamika global yang terus berubah. Ketergantungan terhadap energi impor, fluktuasi harga komoditas internasional, serta meningkatnya kebutuhan energi domestik menuntut Indonesia untukmelakukan transformasi kebijakan secara menyeluruh. Dalam konteks tersebut, pengembangan Dimethyl Ether (DME) menjadi salah satu langkah penting dalammemperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantunganterhadap impor LPG.DME dipandang sebagai alternatif energi yang memiliki potensi besar untukmendukung kebutuhan rumah tangga dan industri. Pemanfaatan sumber dayadomestik untuk produksi DME membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuatkemandirian energi. Dengan cadangan batu bara yang melimpah serta potensihilirisasi energi yang besar, pengembangan DME menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun sistem energi yang lebih berkelanjutan.Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan energi harus dibangunmelalui pemanfaatan sumber daya nasional secara optimal. Indonesia tidak dapatterus bergantung pada impor energi yang rentan terhadap gejolak global. Oleh karena itu, transformasi sektor energi menjadi prioritas untuk memastikan kebutuhanmasyarakat dapat terpenuhi secara stabil dan berkelanjutan.Pengembangan DME juga menjadi bagian dari agenda hilirisasi industri nasional. Selama ini, sumber daya alam Indonesia banyak diekspor dalam bentuk bahanmentah tanpa memberikan nilai tambah maksimal di dalam negeri. Melalui hilirisasi, komoditas domestik dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi yang mendukungkebutuhan nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menekankan bahwatransformasi energi harus diarahkan pada penguatan kemandirian nasional. Pengembangan DME tidak hanya bertujuan mengurangi impor LPG, tetapi juga memperkuat industri dalam negeri dan menciptakan lapangan kerja baru. Denganpendekatan yang terintegrasi, sektor energi dapat menjadi motor pertumbuhanekonomi nasional.Salah satu keuntungan utama pengembangan DME adalah potensi penghematandevisa negara. Selama ini, impor LPG menjadi salah satu komponen besar dalampengeluaran energi nasional. Dengan memanfaatkan DME sebagai substitusi, ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi secara bertahap. Langkah inimemberikan ruang fiskal yang lebih besar bagi pemerintah untuk mendukung sektorstrategis lainnya.Selain aspek ekonomi, pengembangan DME juga memiliki dampak strategisterhadap stabilitas pasokan energi. Ketika dunia menghadapi ketidakpastiangeopolitik dan fluktuasi harga energi, negara yang memiliki sumber energi domestikyang kuat akan lebih siap menghadapi tekanan global. Dengan memperkuatproduksi energi dalam negeri,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini