Segera Dipindah, Gala Sky Diajak Ziarah ke Makam Vanessa-Bibi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Putra mendiang Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah, Gala Sky akhirnya berziarah ke makam orangtuanya. Momen itu diunggah ke sosial media dan sukses bikin sedih netizen.

Salah satunya diposting oleh akun, @lambetura_official. Dalam video itu, terlihat Gala yang belum mengertintengah menaruh bunga di pusara Vanessa dan Bibi.

“Gala ke makam Papi Mami,” tulis akun itu.

Terlihat bocah kecil itu kebingungan dengan situasi yang ada. Namun, ia tetap berusaha menaburkan bunga di tempat peristirahatan orangtuanya.

Sementara itu, nampak pula H. Faisal, ayah mendiang Bibi Ardiansyah membacakan doa di pusara anak dan menantunya. Momen itu sontak membuat warganet banjir air mata.

Momen Gala dan keluarga Faisal berziarah ke makam Vanessa-Bibi ini sontak menuai tanda tanya. Banyak yang beranggapan ziarah ini tanda sebelum makam Vanessa Angel akan dipindahkan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Perkuat Ekosistem Media Digital Hasilkan Internet Sehat dan Berkualitas

*) Oleh: M. Naufal FahriTransformasi digital telah mengubah cara masyarakat Indonesia memperoleh, memproduksi, dan mendistribusikan informasi. Ruang digital kini bukan lagi sekadarkanal komunikasi, melainkan telah menjadi ruang publik yang memengaruhi caramasyarakat berpikir, mengambil keputusan, belajar, bekerja, hingga berinteraksisecara sosial. Perubahan ini membawa manfaat besar karena informasi menjadisemakin cepat, murah, beragam, dan mudah diakses hingga ke berbagai lapisanmasyarakat. Namun, kemudahan tersebut sekaligus menghadirkan tantangan seriusketika derasnya arus informasi tidak diimbangi kemampuan memilah, memverifikasi, dan memahami konteks.Direktur Ekosistem Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Farida Dewi Maharani menilai perkembangan teknologi tidak mungkin dihentikan, sehinggapendekatan yang diperlukan bukanlah menutup ruang digital, melainkan membanguntata kelola yang mampu menjaga manfaat teknologi sekaligus meminimalkanrisikonya. Pemerintah, menurut Farida, memiliki peran menjaga “pagar” ruang digital agar tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat tanpa mematikan kebebasanberekspresi dan berpendapat. Perspektif tersebut penting karena kemajuan teknologiharus ditempatkan sebagai instrumen pembangunan, bukan semata-mata sebagaisumber ancaman. Dengan infrastruktur konektivitas yang terus berkembang, tantangan berikutnya adalah memastikan masyarakat mampu menggunakan teknologisecara produktif.Masalahnya, demokratisasi produksi informasi melalui media sosial juga telahmenghapus banyak batas yang sebelumnya dijaga oleh mekanisme editorial media arus utama. Setiap orang kini dapat menjadi produsen sekaligus distributor informasitanpa harus melalui proses verifikasi, konfirmasi,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini