Resmi, Ganja Bukan Lagi Barang Haram di Thailand

Baca Juga

MATA INDONESIA, BANGKOK – Thailand membuat gebrakan dengan melegalkan deskriminalisasi de facto ganja. Dengan begitu, Negeri Gajah Putih itu menjadi negara pertama di Asia yang melegalkan ganja untuk dikonsumsi dengan tujuan rekreasi.

Menteri Kesehatan Thailand, Anutin Charnvirakul mengumumkan bahwa Badan Pengendalian Narkotika telah menyetujui penghapusan ganja dari daftar obat-obatan terlarang.

Penghapusan ganja dari daftar obat-obatan terlarang mulai berlaku 120 hari setelah diterbitkan dalam lembaran pemerintah. Ini mengikuti penghapusan ganja dari daftar obat-obatan terlarang di bawah Undang-Undang Narkotika Thailand.

Pihak kepolisian dan pengacara di Thailand mengatakan tidak jelas apakah kepemilikan ganja tidak lagi menjadi pelanggaran yang dapat ditangkap. Kerumitan undang-undang terkait berarti bahwa produksi dan kepemilikan ganja tetap diatur untuk saat ini, meninggalkan status hukum penggunaan ganja rekreasi di wilayah abu-abu.

Langkah Kementerian Kesehatan Thailand mempertahankan daftar bagian obat-obatan yang dikendalikan dari tanaman ganja yang mengandung lebih dari 0,2 persen berat tetrahydrocannabinol, atau THC, bahan psikoaktif yang memberi pengguna tinggi.

Tahun 2020, Thailand menjadi negara Asia pertama yang mendekriminalisasi produksi dan penggunaan ganja untuk tujuan pengobatan.

Di bawah perubahan yang dibuat tahun 2020, sebagian besar tanaman ganja dikeluarkan dari daftar obat-obatan terlarang “Kategori 5”, tetapi biji dan kuncupnya, yang terkait dengan penggunaan rekreasi, dipertahankan.

Menteri Kesehatan Anutin telah menjadi kekuatan pendorong di balik dekriminalisasi ganja. Dia adalah pemimpin Partai Bhumjai Thai, mitra utama dalam pemerintahan koalisi negara itu, dan berkampanye dalam pemilihan umum 2019 untuk legalisasi produksi ganja untuk membantu petani.

Melansir Yahoo News, Rabu, 26 Januari 2022, langkah terbaru ini dipandang membantu mempromosikan produk ganja sebagai industri utama di Thailand.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini