Bukan Maen! Wanita Ini Dapat Kado Ulang Tahun dari Sahabatnya Buket Uang Senilai Rp 100 Juta

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Menyambut hari lahir merupakan momen bahagia setiap orang. Mendapatkan ucapan ulang tahun saja sudah senang, apalagi diberi hadiah.

Seperti wanita beruntung yang satu ini. Ia mendapatkan kado ulang tahun yang bukan kaleng-kaleng.

Wanita yang diketahui bernama Ratih ini mendapatkan kejutan dari sahabat-sahabatnya. Bukan buket bunga, tapi Ratih mendapat buket uang dengan nominal yang gak kaleng-kaleng.

Melalui video yang ia unggah di akun TikTok @strawberr30, ia menuliskan bahwa total uang dalam buket itu senilai 100 juta rupiah! Buket itu pun terlihat besar dan harus dibawa oleh beberapa orang.

“Bestie ga ada lawan,” tulisnya dalam keterangan video.

Banyak netizen yang beranggapan bahwa uang tersebut adalah palsu. Namun melalui video lain yang ia unggah memberikan klarifikasi bahwa uang itu asli.

“Alhamdulillah asli semua,” tulisnya.

Ternyata gak cuma itu, Ratih juga mengaku mendapat hadiah mewah lainnya juga dari sang suami. Dari cincin berlian, mobil, tas mewah, sampai rumah mewah lho!

Video ini pun menjadi viral sampai sudah ditonton sebanyak 7,8 juta kali. Video ini juga menuai beragam komentar dari netizen.

“Gila gw aja yg sahabatan dari tk gapernah di kasih kalo sama sahabat gw sendiri tapi kalo dia ultah pasti minta beliin kado,” tulis netizen.

“Bestie gua boro2 gini buat makan diluar aja mau minta traktir mulu.”

“Gw kalo dikasih kado mahal sm bestie senangnya cuman sehari, besoknya bingung gimana cara balikinnya,” ujar netizen lainnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Tuai Apresiasi atas Penerapan WFA saat Arus Balik

Oleh : Donny Muflih )*Penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) oleh pemerintah selama periodearus mudik dan arus balik Lebaran 2026 menuai apresiasi luas dari berbagaikalangan, khususnya pekerja sektor swasta dan aparatur sipil negara, karena dinilaimampu mengurai kepadatan mobilitas sekaligus menjaga produktivitas kerja tanpamengorbankan pelayanan publik.Langkah pemerintah yang menetapkan kebijakan WFA pada 16-17 Maret serta 25-27 Maret 2026 dipandang sebagai strategi adaptif dalam menghadapi lonjakanmobilitas tahunan saat Lebaran. Kebijakan ini tidak hanya menyasar aparatur sipilnegara, tetapi juga mendorong sektor swasta untuk mengadopsi pola kerja serupa. Dengan demikian, distribusi arus perjalanan masyarakat menjadi lebih merata dan tidak terpusat pada satu waktu tertentu, yang selama ini menjadi penyebab utamakemacetan panjang di berbagai jalur transportasi.Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwakebijakan fleksibilitas kerja ini dirancang untuk mengoptimalkan mobilitasmasyarakat tanpa mengganggu produktivitas nasional. Dalam pandangannya, keseimbangan antara kepentingan pekerja dan stabilitas ekonomi menjadi kunciutama keberhasilan kebijakan ini. Pemerintah berupaya memastikan bahwa layananpublik tetap berjalan optimal, sementara masyarakat tetap memiliki kesempatanuntuk menjalankan tradisi mudik dengan lebih nyaman.Respons positif juga datang dari kalangan pekerja swasta yang merasakan langsungmanfaat kebijakan tersebut. Reinha Delima melihat kebijakan WFA sebagai solusiyang saling menguntungkan antara perusahaan dan pekerja. Ia menilai bahwafleksibilitas bekerja dari mana saja memungkinkan karyawan untuk berangkat mudik lebih awal tanpa harus mengorbankan tanggung jawab pekerjaan. Dalam praktiknya, Reinha tetap menjaga disiplin kerja, memastikan seluruh tugas terselesaikan tepatwaktu, serta menyiapkan ruang kerja yang kondusif meskipun berada di luar kantor.Dari sisi kebijakan publik, penerapan WFA menjadi bagian dari strategi pemerintahuntuk mengurangi beban infrastruktur transportasi selama periode puncak Lebaran. Dengan berkurangnya jumlah pekerja yang harus hadir secara fisik di kantor, potensikepadatan di jalan raya, stasiun, dan terminal dapat ditekan. Hal ini tidak hanyaberdampak pada kelancaran perjalanan, tetapi juga meningkatkan aspekkeselamatan bagi para pemudik.Lebih jauh, kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah mulai mengadopsipendekatan kerja modern yang lebih fleksibel dan berbasis teknologi. Transformasiini sejalan dengan perkembangan digitalisasi yang memungkinkan pekerjaandilakukan dari berbagai lokasi tanpa mengurangi kualitas hasil kerja....
- Advertisement -

Baca berita yang ini