Anak Sekolah Merapat, Begini Cara Mudah Menabung Biar Makin Semangat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pemerintah telah putuskan untuk memberlakukan Pertemuan Tatap Muka atau PTM di semua sekolah. Kini, para siswa pun berbondong-bondong kembali ke sekolah setelah dilakukan secara daring selama pandemi Covid-19.

Nah, memasuki masa kembali ke sekolah ini, tentu ada banyak hal-hal yang kamu rindukan. Salah satunya diberi uang jajan oleh orangtua, bukan?

Daripada uang jajanmu dihabiskan untuk hal-hal yang tak perlu, ada baiknya ditabung untuk keperluan yang lain.

Sayangnya, membiasakan nabung bukan perkara mudah. Perlu trik jitu agar kamu jadi semangat dan giat menyisikan uang jajanmu.

Nah, buat kamu yang niat menabung di masa-masa sekolah ini, yuk simak tips berikut biar kamu jadi makin rajin menyisikan uang jajan.

  1. Buat Wishlist di Buku Catatan

Semangat menabung biasanya diawali dengan keingingan barang yang ingin dibeli. Untuk itu, mulai lah dengan mencatat barang-barang apa saja yang ingin kamu punya tahun ini.

Catat lah wishlist itu di buku catatan yang kamu siapkan. Dengan menulis barang-barang yang kamu inginkan, pasti semangat untuk menabung jadi bertambah.

2. Ajak Teman

Kalau kamu malas menabung sendirian, coba lah ajak teman dekatmu. Menabung bersama bisa membuat kamu jadi lebih bersemangat, lho!

Kamu juga bisa melakukan poin pertama bersama temanmu. Dengan begitu, semangat menabungmu jadi menggebu-gebu.

3. Tempatkan di Tempat Tersembunyi

Siapa bilang kalau menabung gak seru? Faktanya, kamu bisa membuat cara menabung yang unik dengan menyimpan uang mu di tempat tersembunyi.

Selain unik, hal ini bertujuan agar uang tabungan jauh dari pandanganmu. Maka, kamu jadi tidak berniat untuk mengambilnya terus-menerus.

4. Gunakan Aplikasi

Satu lagi cara tepat untuk menabung uang jajan sekolahmu ialah menggunakan aplikasi. Di era digital ini, ada banyak aplikasi yang membantu kamu untuk menyimpan uang dengan baik dan benar.

Beberapa di antaranya ada aplikasi Moneylover, Spendee, Wally, Dompetsehat, dan sebagainya. Kamu bisa pilih mana yang paling tepat untuk membantu menyimpan uang jajan sekolahmu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini