Dorong Pergerakan Aktivitas Ekonomi Lewat Belanja Daerah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Pemerintah daerah diimbau untuk mempercepat belanja daerah di awal tahun, untuk mendorong pergerakan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Jika perlu Pemda membuat target per tiga bulan, seberapa besar belanja tercapai sesuai target dan berhasil dieksekusi, ” ujar Menteri Dalam Negeri (Mendagri), M. Tito Karnavian.

Menurut mendagri, mempercepat belanja program kegiatan di awal tahun sesuai dengan amanat Presiden Joko Widodo kepada kementerian, lembaga, pemerintah provinsi dan kabupaten kota.

Pemda, kata mendagri, juga harus menangkap berbagai program pembangunan yang dilaksanakan pusat, untuk dimanfaatkan guna mendorong pergerakan ekonomi.

Menteri mengapresiasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kepri, yang dinilai berhasil mengelola pendapatan dan pembelanjaan secara proporsional dan baik, dengan pendapatan sekitar 98,00 persen dan terbelanjakan 93,18 persen.

“Ini menandakan ada geliat berbagai program pembangunan yang berjalan secara baik,” kata Tito.

.Mendagri juga mengapresiasi pengelolaan pandemi covid-19 yang baik oleh Pemprov Kepri, terlihat dari capaian vaksinasi yang tinggi dan penambahan kasus harian yang rendah.

“Saya tentu mengucapkan banyak terima kasih dan berharap Kepri terus konsisten menjaga kondisi ini. Karena ini adalah kunci kita bisa mengembalikan pemulihan ekonomi,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini