Ngga ‘Imut’ Lagi, Pria Ini Habiskan Puluhan Juta untuk Memperpanjang Mr.P

Baca Juga

MATA INDONESIA, BERLIN – Bagi sebagian perempuan ukuran kelamin pria bukanlah suatu masalah, yang terpenting adalah durasi dan gaya bercinta. Namun, sebagian perempuan lain menganggap ukuran Mr.P penting untuk kepuasan hasrat seksualnya.

Seperti yang dialami seorang pria di Jerman. Ia harus menghabiskan 5,000 USD atau sekitar 71 juta Rupiah agar penisnya diperpanjang 22mm. Pasalnya, ia mengaku tak tahan lantaran kerap diejek kekasihnya.

Pria bernama Murat K itu telah menghabiskan waktu selama bertahun-tahun untuk memperpanjang ukuran penisnya. Ia mengaku sempat putus asa dan mencoba ke pompa penis, karena ia merasa penisnya terlalu ‘imut’.

Penis Murat dilaporkan berukuran hanya tiga inci atau 76mm, sedangkan panjang rata-rata pria di Jerman 12cm saat ereksi, The Sun melaporkan. Fakta ini membuatnya berjuang melawan ejekan tanpa henti dari perempuan yang ia kencani.

Murat yang berusia 36 tahun itu merasa malu dengan ukuran penisnya dan kini merasa takut untuk berhubungan seks.

“Salah satu dari mereka mengatakan kepada saya secara langsung bahwa saya tidak dilengkapi dengan baik,” kata Murat, melansir news.com.au.

Dalam misi menambah panjang organ vitalnya, Murat mencoba berbagai macam cara untuk mengatasi masalahnya, termasuk dengan menggelontorkan banyak uang demi dapat mewujudkan impiannya.

“Saya mencoba pil, krim, pompa penis dan ekspander untuk memanjangkan penis saya. Saya menghabiskan lebih dari 1,573 USD (atau sekitar 23 juta Rupiah) – tidak ada yang membantu,” keluhnya.

Karena kehabisan pilihan, Murat akhirnya pergi menemui dokter di Hanover yang berspesialisasi dalam apa yang disebut “metode lemak autologous” agar penisnya diperpanjang hanya satu inci.

Dr. Christian Kerpen, spesialis bedah plastik dan estetika dari klinik spesialis Cosmopolitan Aesthetics, melakukan operasi selama 60 menit. Dan Murat harus menghabiskan lebih dari 5,000 USD untuk memperpanjang penisnya setelah menerima ejekan kejam dari mantan kekasih.

“Panjang dan ketebalan dua sentimeter – membuat perbedaan besar,” kata Murat usai operasi.

Ada dua metode untuk mengubah ukuran penis. Yang pertama adalah pemanjangan bedah dengan ligamen dan yang kedua adalah pembesaran anggota dengan lemak autologus.

Dr Kerpen mengkhususkan diri pada yang terakhir, dengan lemak autologous yang diperoleh dari daerah perut, yang kemudian disuntikkan ke penis. Dalam setahun, Dr Kerpen telah melakukan lebih dari 300 operasi.

“Anda dapat berdebat tentang ukuran, lingkar, atau bentuk yang tepat. Tetapi semakin banyak pria yang tidak senang dengan organ seks mereka, dan akibatnya kepercayaan diri mereka menurun,” tuntasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mendukung Instensifikasi Respons Dini Menekan Dampak PHK terhadap Masyarakat

*) Oleh : Prinsa AlisaDinamika perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian memberikantantangan tersendiri bagi dunia usaha dan sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Dalam situasi tersebut, pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk melindungimasyarakat melalui berbagai langkah strategis guna mengantisipasi dan meminimalkan dampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Upaya intensifikasirespons dini yang dilakukan pemerintah patut mendapatkan dukungan dari seluruhelemen masyarakat karena menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonominasional sekaligus melindungi kesejahteraan para pekerja dan keluarganya.Langkah respons dini yang diperkuat pemerintah menunjukkan adanya kesadaranbahwa potensi PHK harus diantisipasi sebelum berkembang menjadi permasalahansosial dan ekonomi yang lebih besar. Melalui pemantauan kondisi industri secaraberkelanjutan, penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, sertakomunikasi yang lebih intensif dengan pelaku usaha, pemerintah berupayamendeteksi berbagai potensi risiko sejak awal. Pendekatan ini menjadi penting karenapenanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi dampak yang dirasakan oleh pekerja maupun sektor usaha.Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (KemnakerRI), Indah Anggoro Putri menjelaskan pemerintah terus mendorong berbagaikebijakan yang bertujuan menjaga keberlangsungan dunia usaha agar tetap mampumempertahankan tenaga kerjanya. Berbagai insentif, kemudahan berusaha, hinggaupaya menjaga iklim investasi terus dilakukan untuk menciptakan ruang tumbuh bagisektor industri. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokuspada penanganan dampak setelah PHK terjadi, tetapi juga berupaya mencegahterjadinya PHK melalui penguatan daya tahan ekonomi dan dunia usaha.Selain itu, pengembangan program peningkatan keterampilan dan pelatihan kerjamenjadi salah satu bentuk nyata respons pemerintah dalam menghadapi perubahankebutuhan pasar tenaga kerja. Transformasi ekonomi dan perkembangan teknologimenuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang semakin adaptif. Melalui berbagaiprogram pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemerintahberupaya memastikan bahwa pekerja Indonesia tetap memiliki daya saing dan peluang kerja yang luas di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung cepat.Dukungan terhadap respons dini pemerintah juga penting karena dampak PHK tidakhanya dirasakan oleh individu yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga memengaruhikondisi ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar. Ketika lapangan kerja dapatdipertahankan dan risiko PHK dapat ditekan, daya beli masyarakat akan tetap terjaga. Stabilitas konsumsi rumah tangga pada akhirnya akan mendukung pertumbuhanekonomi nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, keberhasilanlangkah pemerintah dalam melakukan mitigasi risiko ketenagakerjaan akanmemberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.Pakar demografi dan ketenagakerjaan terkemuka dari Universitas Gadjah Mada(UGM), Tadjuddin Noer Effendi menjelaskan di tingkat daerah, penguatan respons dinidapat membantu pemerintah daerah dan pelaku usaha mengambil langkah antisipatifyang lebih efektif. Informasi yang diperoleh lebih cepat memungkinkan berbagai pihakmenyiapkan solusi sebelum terjadi gejolak ketenagakerjaan yang lebih besar. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan setiap kebijakan dapat berjalansecara optimal dan tepat sasaran.Dukungan terhadap langkah pemerintah juga perlu diwujudkan melalui partisipasi aktifberbagai pemangku kepentingan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini