Desa Kreatif, Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Desa kreatif merupakan sebuah kawasan terletak di wilayah administratif desa/kelurahan. Masyarakat di desa itu telah mengembangkan produk unggulan.

Keberadaan desa kreatif karena Indonesia merupakan rumah besar bagi berhimpunnya masyarakat dari berbagai suku, adat, dan budaya. Mereka tak hanya tinggal di wilayah perkotaan. Sebagian lainnya bermukim di kawasan desa atau kelurahan. Di beberapa wilayah, desa, sebutan lain untuk kampung, nagari, gampong, atau pekon.

Undang-Undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa menyebutkan, desa merupakan kesatuan masyarakat hukum dan memiliki batas wilayah serta berwenang mengatur atau mengurus urusan pemerintahan. Sebuah desa juga mengatur kepentingan masyarakatnya. Hak asal usul, dan/atau hak tradisional dalam sistem pemerintahan di Indonesia.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, hingga Juni 2021 terdapat 83.381 desa tersebar pada 34 provinsi. Agar dapat meningkatkan kesejahteraan warga, sebagian perangkat desa memilih untuk berlari lebih kencang dalam mengolah potensi di daerah mereka. Salah satunya mendirikan badan usaha milik desa (BUMDes).

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi mendata, hingga September 2021 terdapat 57.273 BUMDes. Rinciannya, 45.233 BUMDes berstatus aktif dan 12.040 lainnya dalam kondisi tidak aktif. BUMDes yang aktif rupanya telah membuka kesempatan kerja bagi 20.369.834 warga dan omzetnya sebesar Rp4,6 triliun.

Berbagai kegiatan membuat desa makin hidup dan sejahtera. Mulai dari pemanfaatan sumber daya alam untuk olah menjadi bahan baku atau produk siap pakai. Hingga pengelolaan potensi pariwisata di desa dan melahirkan istilah desa wisata.

Kemudian muncul pula penyebutan nama desa kreatif karena keinginan dari seluruh warga dan perangkat pemerintahannya. Mereka membuka lebih banyak lapangan kerja di daerah mereka. Sekaligus menggali dan mengembangkan potensi kreativitas sehingga menjadi kekuatan ekonomi baru masyarakat desa.

Jumlah Desa Kreatif bisa satu atau lebih dari 17 subsektor ekonomi kreatif. Sehingga memberikan nilai tambah dan manfaat bagi pertumbuhan kesejahteraan desa. Ini mengacu kepada Keputusan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif nomor KM/107/KD.03/2021 tahun 2021 tentang Panduan Pengembangan Desa Kreatif.

Berdasarkan tingkatan pengembangannya, desa kreatif terbagi  menjadi empat kategori, yaitu inisiatif, produktif, inovatif, dan berkelanjutan.

Pihak Kemenparekraf saat ini tengah menyusun roadmap Pengembangan Desa Kreatif. Sebuah proyek percontohan telah dilakukan pada 2021, berupaya pengembangan dua desa kreatif di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Keduanya yakni di Desa Mustika dan Desa Sumber Baru. Untuk keperluan ini kemenparekraf bekerja sama dengan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral serta Program Pengembangan Potensi Masyarakat PT Borneo Indobara.

Di Jakarta, kawasan perkampungan warga Betawi di Condet sebagai suku asli ibu kota juga telah memantapkan diri sebagai kampung kreatif. Di dalamnya terdapat nilai-nilai religius, edukasi, agrowisata, ekowisata, seni, dan kearifan lokal masyarakat.

Pemerintah meresmikan kawasan ini sebagai kampung kreatif ibu kota pada 13 Desember 2021, saat ini masih mempertahankan keasrian dan keaslian budaya Betawi. Misalnya, seni pembuatan dodol Betawi dan aneka kuliner khas seperti emping, kerak telor, gabus pucung, asinan, gado-gado, dan semur jengkol.

Ketua Umum Asosiasi Desa Kreatif Indonesia (ADKI) Fikri El-Aziz menyatakan, perlu adanya pendampingan secara langsung bagi masyarakat desa untuk menggali potensinya. Demikian pula memasarkannya. Baik di tingkat wilayah dan nasional serta tidak tertutup kemungkinan hingga mancanegara. Hingga Desember 2021 terdapat 125 desa kreatif bergabung di ADKI.

Salah satu fokus utama ADKI adalah Program Seribu Desa Kreatif. Itu merupakan sebuah kegiatan penciptaan lapangan kerja di desa. Wakil Menteri Desa PDTT Budi Arie Setiadi mengatakan, desa kreatif menjadi salah satu jawaban atas visi Presiden Joko Widodo yaitu membangun Indonesia dari desa.

Budi yang juga Ketua Dewan Pembina ADKI berharap berbagai pemangku kepentingan baik pemerintah, swasta, dan kelompok masyarakat dapat mendukung program desa kreatif. Lewat kolaborasi itu akan tercipta ekosistem kreatif yang sehat di desa, kampung, gampong, nagari, dan perkon.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Taklimat Presiden Tegaskan Diplomasi Energi, Pemerintah Jaga Kedaulatan Pangan dan Stabilitas Harga BBM

Oleh: Arya Satrya WibisonoDi tengah dinamika global yang semakin tidak menentu, pemerintah terus mempertegas arahkebijakan nasional untuk memastikan ketahanan energi dan pangan tetap terjaga. Salah satu buktikonkret dari ketahanan tersebut tercermin pada kebijakan pemerintah yang tetap menjagastabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah gejolak ekonomi global dan fluktuasi hargaenergi dunia. Langkah ini tidak hanya menunjukkan kapasitas negara dalam mengelola sektorenergi secara efektif, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam melindungi daya belimasyarakat serta menjaga stabilitas sektor pangan yang sangat bergantung pada distribusi danbiaya logistik. Dalam konteks ini, kebijakan pengendalian harga BBM menjadi bagian integral dari strategi besar pemerintah untuk meredam dampak krisis global sekaligus memperkuatfondasi kemandirian nasional.Dalam arahannya, Presiden menggarisbawahi bahwa pangan, energi, dan air merupakan tigapilar utama yang menentukan keselamatan suatu bangsa. Pandangan ini, sebagaimanadisampaikannya, telah lama diyakini dan diperjuangkan, bahkan sejalan dengan proyeksi global yang disusun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam kerangka Sustainable Development Goals. Dengan demikian, langkah pemerintah dalam memperkuat ketahanan di ketiga sektor tersebuttidak hanya berbasis pada kebutuhan domestik, tetapi juga merujuk pada agenda pembangunanglobal yang telah mengantisipasi potensi krisis multidimensi.Taklimat yang disampaikan langsung kepada para menteri, wakil menteri, hingga pejabat eselonI menjadi momentum penting dalam menyatukan persepsi seluruh elemen pemerintahan. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang dijalankan memiliki arah yang selaras, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Di sektor energi, pemerintah menunjukkan langkah konkret melalui penguatan diplomasi dengannegara-negara sahabat. Presiden mengindikasikan bahwa kunjungan luar negeri yang dilakukannya bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi untukmengamankan pasokan energi nasional, khususnya minyak. Dalam situasi geopolitik yang penuhketidakpastian, pendekatan diplomasi aktif dinilai menjadi instrumen penting untuk menjagastabilitas energi dalam negeri.Diplomasi energi ini mencerminkan kesadaran pemerintah bahwa ketahanan energi tidak dapatsepenuhnya bergantung pada sumber daya domestik. Dibutuhkan jejaring kerja samainternasional yang kuat untuk memastikan keberlanjutan pasokan, sekaligus membuka peluanginvestasi dan transfer teknologi di sektor energi. Kunjungan ke berbagai negara, termasuk di kawasan Asia Timur, menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam peta energiglobal.Di tengah gejolak harga energi dunia yang fluktuatif, pemerintah juga dinilai berhasil menjagastabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Kebijakan ini mencerminkankeberpihakan pada daya beli masyarakat sekaligus menunjukkan kapasitas negara dalammeredam dampak langsung dari tekanan eksternal. Stabilitas harga BBM menjadi indikatorpenting bahwa strategi pengelolaan energi nasional berjalan efektif di tengah tekanan global yang tidak ringan.Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kombinasi kebijakan fiskal, penguatan subsidi yang tepat sasaran, serta hasil dari diplomasi energi yang memastikan pasokan tetap aman. Pemerintahsecara tidak langsung menunjukkan bahwa kendali terhadap sektor energi mampu dijaga denganbaik, sehingga gejolak global tidak serta-merta diteruskan ke masyarakat. Namun demikian, pemerintah tidak mengabaikan penguatan kapasitas dalam negeri. Upayamenuju swasembada energi terus didorong melalui berbagai program strategis, termasukoptimalisasi sumber daya alam dan pengembangan energi terbarukan. Langkah ini menunjukkanbahwa diplomasi internasional berjalan beriringan dengan penguatan fondasi domestik, sehinggaIndonesia memiliki ketahanan yang lebih kokoh dalam jangka panjang.Di sektor pangan, pemerintah juga menempatkan swasembada sebagai prioritas utama. Presidenmengisyaratkan bahwa upaya ini telah lama menjadi bagian dari gagasan besar yang kinidiwujudkan melalui program-program konkret. Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan denganketersediaan produksi, tetapi juga distribusi, aksesibilitas, serta stabilitas harga yang harus dijagasecara berkelanjutan.Sementara itu, sektor air sebagai salah satu pilar penting dinilai memiliki potensi besar di Indonesia. Pemerintah melihat bahwa secara umum ketersediaan air masih relatif mencukupi, meskipun terdapat tantangan di beberapa wilayah, khususnya di Indonesia timur. Permasalahanutama lebih banyak terletak pada aspek pengelolaan dan kerusakan lingkungan, sepertideforestasi yang berdampak pada berkurangnya daya serap air.Dalam perspektif ini, pemerintah menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungansebagai bagian integral dari strategi ketahanan nasional. Pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan menjadi kunci untuk memastikan bahwa potensi yang dimiliki Indonesia dapatdimanfaatkan secara optimal tanpa mengorbankan generasi mendatang. Dengan pendekatan yang tepat, tantangan terkait ketersediaan air diyakini dapat diatasi.Lebih jauh, taklimat Presiden juga menjadi ruang untuk menyampaikan optimisme terhadapmasa depan Indonesia. Pemerintah meyakini bahwa di tengah berbagai krisis global, Indonesia justru memiliki peluang untuk tampil sebagai negara yang relatif stabil dan tangguh. Keyakinanini didasarkan pada kekayaan sumber daya alam, posisi geopolitik yang strategis, serta kebijakanyang diarahkan pada penguatan kemandirian nasional.Pendekatan yang mengombinasikan penguatan domestik dan diplomasi internasionalmenunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya bersikap reaktif terhadap krisis, tetapi juga proaktifdalam membangun ketahanan jangka panjang. Diplomasi dengan negara sahabat menjadijembatan untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah global, sekaligus memastikan kebutuhannasional tetap terpenuhi.*) Analis Diplomasi Energi dan Pembangunan Berkelanjutan
- Advertisement -

Baca berita yang ini