Program Digitalisasi Dipercepat demi Pendidikan Bermutu

Baca Juga

Mata Indonesia, Jakarta – Pemerintah terus mempercepat implementasi program digitalisasi pembelajaran sebagai langkah strategis untuk mewujudkan pemerataan pendidikan yang bermutu. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan seluruh peserta didik di Indonesia, tanpa terkecuali, memperoleh akses terhadap sumber belajar yang relevan, berkualitas, dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan sebanyak 150 alumni Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) secara resmi ditugaskan dalam mempercepat transformasi digital di sekolah dasar di wilayah 3T melalui Program Pengabdian Alumni Pejuang Digital.

“Peserta hadir bukan sebagai pengganti guru, tetapi sebagai teman belajar digital dan mitra inovasi untuk bersama sama menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik dan relevan bagi murid,” tutur Mu’ti.

Lebih lanjut, Mu’ti mengungkapkan bahwa program ini menjadi bagian dari percepatan transformasi pendidikan melalui pemanfaatan perangkat Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital yang telah didistribusikan ke berbagai sekolah di Indonesia.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penyediaan perangkat saja belum memadai tanpa diiringi pendampingan yang optimal bagi para guru.

“Teknologi tidak akan berdampak jika tidak digunakan secara efektif dalam pembelajaran. Karena itu, para alumni hadir untuk mendampingi guru agar teknologi benar-benar menjadi alat bantu belajar yang membuat pembelajaran lebih interaktif dan bermakna” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah juga telah memberikan pelatihan intensif kepada para peserta, yang mencakup pedagogi, pengoperasian perangkat digital, kurasi konten pembelajaran, hingga praktik mengajar (microteaching) guna memastikan kesiapan pelaksanaan di lapangan.

Para peserta akan ditempatkan di 150 Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di empat kabupaten wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Keempat wilayah tersebut meliputi Merauke, Halmahera Utara, Kupang, dan Sumedang, yang dipilih secara terukur dengan mempertimbangkan wilayah 3T, ketersediaan perangkat digital, serta kebutuhan peningkatan literasi dan numerasi.

Melalui percepatan program ini, pemerintah menargetkan terwujudnya sistem pembelajaran yang lebih efektif, inklusif, dan bermutu di seluruh wilayah Indonesia.

Sinergi antara pemanfaatan teknologi, peningkatan kapasitas guru, serta peran aktif para alumni terbaik diharapkan mampu mempercepat transformasi pendidikan secara menyeluruh, sehingga kualitas pembelajaran tidak hanya meningkat, tetapi juga merata hingga ke daerah 3T secara berkelanjutan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Taklimat Presiden Memperkuat Konsolidasi Nasional demi Percepatan Pembangunan

Oleh: Rendra Mahaputra*Taklimat yang disampaikan oleh Prabowo Subianto kepada jajaran Kabinet Merah Putih menjadi cerminan nyata dari upaya konsolidasi nasional yang semakin kuat dalam mendorong percepatan pembangunan Indonesia. Forum tersebut tidak sekadar menjadiajang penyampaian arahan, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen strategis untukmenyatukan visi, memperkuat koordinasi, serta memastikan bahwa seluruh elemenpemerintahan bergerak dalam satu garis kebijakan yang terintegrasi. Dalam konteks ini, taklimat Presiden memiliki makna yang lebih luas sebagai fondasi penguatan tata kelolanegara yang efektif dan responsif terhadap dinamika global.Selama satu setengah tahun masa pemerintahan berjalan, capaian yang diraihmenunjukkan progres signifikan yang memperkuat kepercayaan publik. Penegasanmengenai prestasi yang nyata dan terukur secara matematis serta terlihat langsung di lapangan menjadi bukti bahwa pemerintah mengedepankan pendekatan berbasiskinerja. Ini merupakan sinyal kuat bahwa arah pembangunan tidak lagi bertumpu pada wacana, tetapi pada hasil konkret yang dapat dirasakan masyarakat. Stabilitas nasionalyang tetap terjaga di tengah tekanan global semakin menegaskan bahwa kebijakanyang diambil berjalan efektif dan tepat sasaran.Dalam konteks global, Presiden juga menyoroti tantangan besar yang tengah dan akandihadapi dunia. Ia mengingatkan bahwa potensi krisis global meliputi tiga sektorfundamental, yaitu pangan, energi, dan air. Pandangan ini tidak hanya menunjukkanketajaman analisis, tetapi juga konsistensi visi yang telah lama dibangun. Bahkan, perspektif tersebut selaras dengan proyeksi Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam agenda pembangunan berkelanjutan yang menempatkan ketiga sektor tersebut sebagai faktorpenentu keberlangsungan peradaban.Penekanan terhadap pentingnya ketahanan pangan, energi, dan air menjadi buktibahwa pemerintah tidak hanya fokus pada kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mempersiapkan fondasi jangka panjang. Upaya menuju swasembada di sektor-sektortersebut mencerminkan komitmen untuk memperkuat kedaulatan nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap dinamika eksternal. Dalam konteks ini, Indonesia tidak sekadar beradaptasi dengan perubahan global, tetapi juga berupaya menjadinegara yang mandiri dan berdaya saing tinggi.Khusus pada sektor air, Presiden menilai Indonesia memiliki keunggulan yang signifikandibandingkan banyak negara lain. Ketersediaan sumber daya air yang melimpahmenjadi modal besar bagi keberlanjutan pembangunan nasional. Meskipun masihterdapat tantangan di beberapa wilayah, terutama di Indonesia timur, persoalantersebut lebih berkaitan dengan aspek pengelolaan dan distribusi. Kerusakanlingkungan seperti penebangan hutan menjadi faktor yang memengaruhi ketersediaanair, namun hal ini diyakini dapat diatasi melalui kebijakan yang tepat serta kesadarankolektif dalam menjaga kelestarian alam.Taklimat ini juga menegaskan pentingnya sinergi dalam tubuh pemerintahan. KepalaBadan Komunikasi Pemerintah RI Angga Raka...
- Advertisement -

Baca berita yang ini