Empat Hari Jelang Akhir Tahun Presiden Jokowi Lakukan Kunjungan Kerja di Bali dan Sultra

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Empat hari menjelang akhir tahun, Presiden Jokowi masih bekerja dan kali ini di dua provinsi sekaligus yaitu Bali dan Sulawesi Tenggara (Sultra).

Presiden bersama rombongan menggunakan pesawat kepresidenan, Senin 27 Desember 2021 pagi terbang ke Bali untuk meletakkan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Internasional Bali di Denpasar.

Setelah itu, Presiden Jokowi akan terbang ke Sulawesi Tenggara untuk melihat pabrik pembuatan besi.

Di provinsi tersebut presiden juga dijadwalkan meresmikan smelter nikel yang sebelum ini sering diungkapkan akan dijadikan baterai kendaraan listrik, baik mobil maupun sepeda motor.

Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan selalu mengungkapkan keinginannya membawa ekonomi Indonesia menjadi salah satu yang terkuat di dunia ini.

Lembaga pemeringkat ekonomi negara-negara dunia yang berkantor di London, CEBR, mengeluarkan laporannya bahwa ekonomi Indonesia akan mengalahkan Rusia dan Korea Selatan salah satunya dengan memproses nikel menjadi baterai.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini