Sudah Saatnya Sumber Daya Alam Kita untuk Kemajuan Indonesia, Bukan Bangsa Lain Seperti Selama Ini

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTAIndonesia tidak boleh lagi memberi sumber daya alamnya untuk kemajuan bangsa lain seperti selama ini, karena lebih senang mengekspor barang mentah (raw material).

Itu sebabnya, Presiden Jokowi menolak tekanan negara-negara G20 untuk mengekspor barang tambang dan bahan mentah lainnya.

Sebab, mengekspor barang mentah hanya akan menguntungkan bangsa lain dibandingkan kita.

“Sudah waktunya sumber daya alam kita harus dipakai untuk pertumbuhan bangsa kita. Begitu juga dengan pasar harus dipastikan untuk pertumbuhan ekonomi bangsa kita bukan bangsa lain,” ujar Menteri BUMN Erick Thohir di Surabaya, yang dilihat Minggu 12 Desember 2021.

Erick bahkan menegaskan sudah saatnya Indonesia menjadi sentra dan pertumbuhan ekonomi dunia yang berdasarkan road map yang kita buat sendiri.

Maka kita harus semakin banyak program hilirisasi agar barang mentah tersebut benar-benar untuk kemajuan negara Indonesia sendiri. Sebab saat ini kita masih mengimpor 50 persen bahan mentah.

Dia juga mengingatkan agar Indonesia tidak terjebak pada negara berpenghasilan menengah seperti Brasil karena tidak mengembangkan sumber daya manusia, membangun industri yang advance, tidak mengembangkan research and development dan tidak memodernkan industri manufakturnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Resmi Jadi Kader NasDem, Sutrisna Wibawa bakal Bersaing Ketat dengan Bupati Gunungkidul

Mata Indonesia, Yogyakarta - Mantan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sutrisna Wibawa, telah resmi bergabung sebagai kader Partai Nasional Demokrat (NasDem). Hal ini jelas memperkuat dinamika politik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gunungkidul 2024.
- Advertisement -

Baca berita yang ini