Terjadi Lagi, Kasus Pencabulan Guru Pesantren Kali Ini Dari Tasikmalaya

Baca Juga

MATA INDONESIA, TASIKMALAYA – Lagi-lagi kasus pencabulan di pesantren terjadi kembali. Setelah ada kasus pencabulan di pesantren Bandung, kali ini terjadi di pesantren daerah Tasikmalaya.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) sedang memproses kasus ini di Kabupaten Tasikmalaya dan diteruskan ke Polres Tasikmalaya. KPAID melaporkan bahwa kasus ini diduga dilakukan oleh oknum guru ngaji di Selatan Tasikmalaya.

Ketua KPAID Tasikmalaya, Ato Rinanto, mengatakan bahwa ada sembilan santriwati yang telah menjadi korban pencabulan oleh guru pesantren tersebut. Namun baru ada dua korban yang membuat laporan ini kepada polisi.

Menurut laporan, korbannya sekitar berusia antara 15 – 17 tahun. Aksinya pun dilakukan di beberapa lokasi lingkungan pesantren.

Bahkan ada yang mengaku korban dicabuli pada saat korban sedang sakit dan guru tersebut berkedok ingin membantu korban. Pihak kepolisian setempat pun membenarkan kasus ini dan telah menerima laporan tersebut.

Kini KPAID Tasikmalaya memberikan tindakan dengan menyiapkan petugas khusus untuk memulihkan kondisi psikologis korban. Sedangkan pihak Polres Tasikmalaya kini tengah mendalami kasus dugaan pencabulan oknum guru pesantren tersebut.

Namun belum diketahui pelaku dari kasus ini. Polisi juga masih melakukan proses penyelidikan.

Sementara itu, sebelumnya belum lama ini ada kasus serupa di Pesantren Bandung. Herry Wirawan selaku pelaku telah ditangkap dan pesantrennya ditutup.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini