Wajib Tahu, Ini 5 Cara Atasi Ketiak Basah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Secara umum ketiak basah disebabkan oleh produksi kelenjar keringat yang terlalu aktif. Akibatnya, rasa tidak nyaman muncul sehingga menurunkan kepercayaan diri. Sebenarnya, cara mengatasi ketiak basah bisa dilakukan dengan perawatan sederhana. Salah satunya dengan mengurangi jumlah keringat.

Namun jika kondisinya sudah terlalu parah atau sampai mengeluarkan aroma tidak sedap, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter. Terdapat 5 cara mengatasi ketiak basah.

Pertama, melansir dari Healthline, hal pertama yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan anti-persiprant. Formula ini ampuh untuk membunuh bakteri penyebab bau badan sekaligus mengontrol kelenjar keringat sehingga mengurangi basah pada ketiak.

Kedua, sebaiknya Anda jangan langsung berpakaian setelah mandi. Caranya dengan memberi jeda setelah mandi setelah mandi dengan tidak langsung mengenakan pakaian. Hal ini bisa dilakukan, terlebih bagi Anda yang kerap mandi dengan air hangat. Kondisi air hangat bisa memicu lembab dan basah pada area ketiak.

Ketiga, yaitu dengan mencukur bulu ketiak. Rambut pada area ketiak yang lebat tidak hanya meningkatkan produksi keringat tetapi juga bisa memicu bau badan. Mencukur ketiak secara rutin merupakan cara termudah mengurangi bau badan serta mengurangi basah berlebih pada ketiak.

Keempat, yaitu dengan mengontrol asupan makanan. Caranya dengan mengurangi jenis makanan tertentu, seperti makanan pedas, makanan olahan, atau makanan yang tinggi akan garam.

Kelima, yakni dengan memenuhi asupan cairan tubuh dengan memperbanyak minum air putih. Hal ini diyakini bisa membantu mengurangi ketiak basah. Adapun asupan air bisa meringankan sistem kelenjar ketiak dalam memproduksi jumlah keringat pada kadar normal.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mendukung Instensifikasi Respons Dini Menekan Dampak PHK terhadap Masyarakat

*) Oleh : Prinsa AlisaDinamika perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian memberikantantangan tersendiri bagi dunia usaha dan sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Dalam situasi tersebut, pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk melindungimasyarakat melalui berbagai langkah strategis guna mengantisipasi dan meminimalkan dampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Upaya intensifikasirespons dini yang dilakukan pemerintah patut mendapatkan dukungan dari seluruhelemen masyarakat karena menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonominasional sekaligus melindungi kesejahteraan para pekerja dan keluarganya.Langkah respons dini yang diperkuat pemerintah menunjukkan adanya kesadaranbahwa potensi PHK harus diantisipasi sebelum berkembang menjadi permasalahansosial dan ekonomi yang lebih besar. Melalui pemantauan kondisi industri secaraberkelanjutan, penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, sertakomunikasi yang lebih intensif dengan pelaku usaha, pemerintah berupayamendeteksi berbagai potensi risiko sejak awal. Pendekatan ini menjadi penting karenapenanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi dampak yang dirasakan oleh pekerja maupun sektor usaha.Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (KemnakerRI), Indah Anggoro Putri menjelaskan pemerintah terus mendorong berbagaikebijakan yang bertujuan menjaga keberlangsungan dunia usaha agar tetap mampumempertahankan tenaga kerjanya. Berbagai insentif, kemudahan berusaha, hinggaupaya menjaga iklim investasi terus dilakukan untuk menciptakan ruang tumbuh bagisektor industri. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokuspada penanganan dampak setelah PHK terjadi, tetapi juga berupaya mencegahterjadinya PHK melalui penguatan daya tahan ekonomi dan dunia usaha.Selain itu, pengembangan program peningkatan keterampilan dan pelatihan kerjamenjadi salah satu bentuk nyata respons pemerintah dalam menghadapi perubahankebutuhan pasar tenaga kerja. Transformasi ekonomi dan perkembangan teknologimenuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang semakin adaptif. Melalui berbagaiprogram pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemerintahberupaya memastikan bahwa pekerja Indonesia tetap memiliki daya saing dan peluang kerja yang luas di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung cepat.Dukungan terhadap respons dini pemerintah juga penting karena dampak PHK tidakhanya dirasakan oleh individu yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga memengaruhikondisi ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar. Ketika lapangan kerja dapatdipertahankan dan risiko PHK dapat ditekan, daya beli masyarakat akan tetap terjaga. Stabilitas konsumsi rumah tangga pada akhirnya akan mendukung pertumbuhanekonomi nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, keberhasilanlangkah pemerintah dalam melakukan mitigasi risiko ketenagakerjaan akanmemberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.Pakar demografi dan ketenagakerjaan terkemuka dari Universitas Gadjah Mada(UGM), Tadjuddin Noer Effendi menjelaskan di tingkat daerah, penguatan respons dinidapat membantu pemerintah daerah dan pelaku usaha mengambil langkah antisipatifyang lebih efektif. Informasi yang diperoleh lebih cepat memungkinkan berbagai pihakmenyiapkan solusi sebelum terjadi gejolak ketenagakerjaan yang lebih besar. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan setiap kebijakan dapat berjalansecara optimal dan tepat sasaran.Dukungan terhadap langkah pemerintah juga perlu diwujudkan melalui partisipasi aktifberbagai pemangku kepentingan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini