BIN Gelar Vaksinasi untuk 270 Pelajar di Bireuen

Baca Juga

MATA INDONESIA, BIREUEN – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Aceh atau Binda Aceh kembali menggelar vaksinasi di Bireuen. Kegiatan vaksinasi untuk pelajar ini bekerjasama dengan Dinas Kesehatan yang digelar di halaman SMK Negeri 1 Peusangan, Kamis 18 November 2021.

Kaposda BIN Bireuen Iqbal Sugiharto kepada media ini mengatakan bahwa dari 301 Siswa yang mendaftar vaksinasi hari ini, sebanyak 270 pelajar tervaksin. Mereka berasal dari 12 sekolah menengah di lingkungan Kabupaten Bireuen.

“Alhamdulillah antusias para Siswa sangat tinggi untuk mengikuti Vaksin hari ini di SMKN 1 Peusangan. Sebelumnya BIN juga sudah menggelar Vaksin di sejumlah Sekolah di Wilayah Bireuen,” ujarnya.

Iqbal menyebutkan, pelaksanaan vaksinasi terhadap pelajar merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan kekebalan kelompok (herd imunity). Vaksinasi digencarkan untuk mencapai kekebalan komunitas sebesar 70 persen di akhir 2021.

“Kami dari BIN terus berupaya mengajak masyarakat Bireuen khususnya kalangan remaja, untuk mengikuti vaksinasi. Melihat antusias masyarakat sangat tinggi, kami berinisiatif menggelar vaksinasi ke setiap sekolah menengah di lingkungan Kabupaten Bireuen,” katanya.

Disela-sela kegiatan, Waka Kesiswaan SMKN 1 Peusangan, Zainal Abidin S Pd menyebutkan, tidak ada pemaksaan kepada siswa dalam mengikuti vaksinasi. Sementara yang belum berani divaksin, akan diberi pemahaman pentingnya vaksin demi menjaga kekebalan tubuh supaya terhindar dari covid-19. Sehingga, bisa melakukan rutinitas belajar mengajar seperti biasa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menutup Kesenjangan Layanan Kesehatan melalui Koperasi Desa

Oleh: Yandi Arya Adinegara )*Kesenjangan layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masihmenjadi pekerjaan rumah besar dalam pembangunan nasional. Di satu sisi, kota-kota besar menikmati akses rumah sakit modern, tenaga medis memadai, sertadistribusi obat yang relatif lancar. Di sisi lain, banyak desa masih menghadapiketerbatasan fasilitas kesehatan, minimnya ketersediaan obat, hingga rendahnyaketerjangkauan layanan bagi masyarakat.Dalam konteks inilah, langkah pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan(Kopdes) Merah Putih sebagai simpul layanan kesehatan sekaligus pusat ekonomidesa patut diapresiasi sebagai terobosan strategis dan relevan dengan kebutuhanzaman.Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidakhanya dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga menjadi ujungtombak pelayanan kesehatan masyarakat desa. Setiap koperasi akan dilengkapidengan gerai obat dan klinik kesehatan, sebuah inovasi yang secara langsungmenyasar persoalan klasik: keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan. Pernyataan ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari desainkebijakan yang terintegrasi lintas sektor.Selama ini, salah satu persoalan mendasar adalah masih adanya warga desa yang belum terjangkau oleh program jaminan kesehatan nasional. Kehadiran klinik desaberbasis koperasi membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanankesehatan yang lebih dekat, murah, dan mudah diakses. Ferry Juliantonomenekankan bahwa pemerintah ingin memastikan masyarakat desa memperolehjaminan pelayanan kesehatan yang layak, melalui sinergi antara Kementerian Koperasi, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan.Langkah kolaboratif ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahamanantara Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito. Kerja sama tersebut tidak hanya bertujuanmemperluas cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional...
- Advertisement -

Baca berita yang ini