Pebulutangkis Asing Sangat Menikmati Sambutan Nuansa Bali

Baca Juga

MATA INDONESIA, NUSA DUAPebulutangkis asing yang tampil di Indonesia Masters 2021 mengaku sangat menikmati sambutan dan suguhan bernuansa Bali.

Pebulutangkis yang akan berlaga mulai 16-21 November nanti mendapat sambutan dari tuan rumah Bali dengan mengadakan sebuah acara penyambutan yang sederhana dengan bernuansa Bali.

Berlokasi di The Westin Resort Nusa Dua, Kamis 11 November, acara penyambutan berlangsung dalam protokol kesehatan yang ketat. Para peserta yang hadir tetap diperkenankan memakai masker dan menjaga jarak satu dengan lainnya.

Pada acara ini, hadir Ketua Umum PP PBSI Agung Firman Sampurna yang memberikan sambutan. Dalam sambutannya dirinya berharap dengan adanya acara penyambutan ini bisa para atlet yang bertanding bisa lebih bersemangat dan menampilkan hasil yang terbaik.

“Indonesia siap menggelar Indonesia Badminton Festival 2021, selamat datang di Bali. Kami mengingatkan untuk menjaga protokol kesehatan dengan ketat dan hari ini kami berikan suguhan yang terbaik,” katanya.

Pebulutangkis India, Pusarla V. Sindhu

Sebanyak 256 atlet yang akan bertanding di ajang Daihatsu Indonesia Masters 2021 mendapat acara penyambutan dengan bernuansa Bali. Terlihat beberapa pemain seperti Kento Momota, dan Pusarla V. Sindhu tampak menikmati acara.

Para pebulutangkis internasional itu terlihat menikmati Tarian Kecak yang merupakan tarian tradisional khas Bali dan beberapa jamuan makanan asli Indonesia.

“Acara kali ini sangat baik, fasilitas di sini hotelnya sangat bagus semua di organisasi dengan baik bagus. Saya senang bisa mengikuti turnamen kali ini,” ungkap Kento Momota.

Senada dengan Kento, Pusarla V. Sindhu juga sangat menikmati sambutan dan acara yang digelar panitia. Apalagi ini adalah kali pertama pebulutangkis India itu berkunjung ke Pulau Dewata.

“Hotel di sini sangat baik, saya datang pertama kali ke Bali dan semua diorganisir dengan baik,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Integrasi CKG dan Imunisasi Perkuat Komitmen Pemerintah Membangun Generasi Sehat

Oleh : Aditya Akbar )*Peningkatan kualitas kesehatan anak menjadi salah satu fondasi penting dalam menyiapkan generasi Indonesia di masa depan. Karena itu, masyarakat perlu mendukung berbagai program kesehatan yang dijalankan pemerintah, termasuk Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan imunisasiyang kini diperkuat melalui integrasi layanan bagi bayi hingga anak sekolah. Langkah tersebutmenjadi bukti nyata bahwa pembangunan kesehatan tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada pencegahan penyakit sejak dini.Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa mulai 2026 pemerintah mengintegrasikan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis dengan imunisasi anak sekolah menjadi satu program terpadu. Kebijakan ini diambil untuk memperluas cakupan imunisasi sekaligus meningkatkan efisiensi pelaksanaan layanan kesehatan di lingkungan sekolah, terutama saattahun ajaran baru dimulai.Menurut Budi Gunadi Sadikin, pada 2025 terjadi penurunan cakupan imunisasi pada kelompokanak sekolah. Salah satu penyebabnya adalah pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis yang berjalanbersamaan dengan imunisasi sehingga terjadi benturan jadwal maupun penggunaan tenagakesehatan. Akibatnya, sumber daya yang tersedia belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena kedua kegiatan berjalan secara terpisah.Melalui penggabungan program tersebut, pemerintah berharap pemeriksaan kesehatan danimunisasi dapat dilakukan secara bersamaan tanpa menambah beban tenaga kesehatan di lapangan. Selain meningkatkan efektivitas layanan, integrasi ini juga diharapkan memudahkanedukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi rutin bagi anak usia sekolah.Pemerintah juga berencana melaksanakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah pada November 2026 dengan fokus pada peningkatan cakupan vaksin difteri dan tetanus. Program tersebut diharapkanmampu mengejar target imunisasi yang belum tercapai sekaligus memperkuat perlindungan anakdari penyakit yang dapat dicegah melalui vaksinasi.Dalam upaya memperluas cakupan imunisasi nasional, pemerintah memanfaatkan berbagaimomentum penting sepanjang tahun. Pada Pekan Imunisasi Dunia yang berlangsung pada April 2026, sekitar 130 ribu anak dan 17 ribu orang dewasa berhasil memperoleh layanan imunisasi. Capaian tersebut menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadappentingnya vaksinasi.Program serupa juga akan dilaksanakan bertepatan dengan Hari Anak Nasional pada Juli, peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus, serta Hari Kesehatan Nasional pada November. Pemerintah menargetkan tambahan layanan imunisasi bagiratusan ribu anak dan puluhan ribu orang dewasa melalui berbagai momentum tersebut.Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa saat ini program imunisasi nasional telah mencakup 14 jenis antigen yang diberikan kepada bayi, anak di bawah dua tahun, anak sekolah, hinggakelompok dewasa. Pemerintah juga menambahkan tiga jenis vaksin baru dalam beberapa tahunterakhir, yakni PCV, HPV, dan rotavirus, guna memperluas perlindungan masyarakat terhadapberbagai penyakit menular.Keberhasilan pemerintah selama setahun terakhir terlihat dari meningkatnya cakupan imunisasipada kelompok bayi. Hingga Mei 2026, capaian imunisasi bayi meningkat sebesar 5,8 persendibandingkan periode yang sama pada 2025. Peningkatan ini menunjukkan bahwa berbagailangkah pemerintah dalam memperluas akses layanan kesehatan mulai memberikan hasil positif.Meski demikian, sejumlah daerah masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan cakupanimunisasi. Pada kelompok bayi, Aceh dan Papua masih mencatatkan angka yang relatif rendah. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena rendahnya imunisasi berpotensi memicukembali munculnya penyakit menular yang sebelumnya berhasil dikendalikan.Peningkatan cakupan juga terjadi pada kelompok anak di bawah usia dua tahun. Namun, Sumatera...
- Advertisement -

Baca berita yang ini