Berseteru dengan Menkumham, Mendagri Sebut Walikota Tangerang Tidak Etis

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah dituding telah bertindak tidak etis karena telah bertindak tanpa koordinasi saat berseteru dengan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly.

“Bukan karena saya sesama menteri, tetapi kurang etis dan kurang elok kalau melakukan langkah-langkah tanpa adanya koordinasi terlebih dahulu, minimal di pemerintah provinsi,” ujar Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, Rabu 17 Juli 2019.

Hal yang dimaksud Tjahjo adalah memangkas, memotong hingga merugikan masyarakat umum karena tidak bisa memperoleh layanan publik.

Sebelumnya, Arief memutuskan tidak akan memberikan pelayanan di atas lahan milik Kemenkumham, tepatnya perkantoran di Kompleks Kehakiman dan Pengayoman, Tangerang.

Pelayanan tersebut termasuk penerangan jalan umum, perbaikan drainase, dan pengangkutan sampah karena Arief keberatan dengan pernyataan Yasonna yang menyebut Pemkot Tangerang, Banten, menghambat perizinan di lahan Kemenkumham.

Tjahjo menilai hal tersebut hanya masalah miskomunikasi. Dia juga berjanji memanggil Arief dan Gubernur Banten Wahidin Halim.

Berita Terbaru

Insentif dan Program Belanja Nasional Perkuat UMKM dan Pelaku Ritel di Musim Liburan

Oleh : Nura SafitriMusim liburan sekolah selalu menjadi salah satu momentum penting bagi perekonomiannasional. Pada periode ini, mobilitas masyarakat meningkat, aktivitas wisata tumbuh, dan konsumsi rumah tangga mengalami penguatan. Pemerintah memanfaatkan peluang tersebutmelalui berbagai kebijakan yang tidak hanya bertujuan meningkatkan daya beli masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor perdagangan, pariwisata, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Holiday and Back to School 2026 menjadi salah satu langkah strategis yang menunjukkan komitmen pemerintahdalam menggerakkan roda ekonomi nasional secara lebih merata.Program BINA Holiday and Back to...
- Advertisement -

Baca berita yang ini